Untuk ukuran klub yang empat musim belakangan merajai Seri A, dan baru enam bulan lalu mendapat gelar treble winner, catatan empat laga tanpa kemenangan tak bisa dibilang "biasa saja". Apalagi La Beneamata selalu kalah dalam dua laga terakhir.
Catatan tersebut membuat Rafael Benitez dikritik dan ada juga suara yang menyerukan dirinya didepak. Masalah yang dihadapi Benitez memang tak mudah lantaran banyak pemain inti Inter dibekap cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inter kini tengah menempati posisi dua klasemen Grup A dengan nilai tujuh, atau sama dengan yang dimiliki Tottenham Hotspur. Persaingan masih terbuka lebar untuk keduanya, ditambah FC Twente yang memiliki poin lima, untuk bisa lolos ke fase knock-out.
Twente, yang akan menjadi lawan selanjutnya di matchday IV, pernah menahan imbang Nerazzurri 2-2 September silam. Tapi Benitez optimistis jika timnya bisa melalui masa-masa sulit seperti ini.
"Saya adalah pelatih profesional dan pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya. Satu-satunya cara mengubah hal ini adalah dengan terus bekerja keras, dan saya masih melihat keinginan untuk menang di dalam diri pemain," ujarnya di ESPN Star.
Terakhir kali berlaga di Liga Champions, Inter kesulitan untuk membendung Spurs (dan Gareth Bale). Hasilnya mereka takluk dengan skor 1-3.
(roz/din)











































