Di bawah aturan baru UEFA, sebuah klub bisa saja dilarang bermain di kompetisi Eropa sejak musim 2014/2015 jika mereka membelanjakan uang lebih dari pendapatan mereka pada tiga musim sebelumnya.
Bisa dibayangkan, sebuah klub besar yang tampil menjuarai liga, tapi karena neraca keuangannya tak seimbang, maka mereka bisa tidak tampil di Liga Champions. UEFA sendiri mengaku tak pandang bulu, klub besar mana pun bisa mendapatkan sanksi seperti ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan kami bukanlah untuk menempatkan klub pada kesulitan keuangan. Keseimbangan finansial adalah cara untuk membantu mereka dari lingkaran setan dan punya rencana strategi ekonomi jangka panjang."
"Ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, ini ada supaya mereka tak lagi buta dan bertindak tanpa pikiran," tukasnya.
Di antara beberapa klub kaya, Manchester City masuk dalam kategori rawan. Mereka mengalami kerugian 121 juta pounds saat ini.
Kendati demikian, setiap pemilik klub diizinkan untuk menyuntik dana 12 juta pounds per tahunnya.
(roz/din)











































