Asia Diminta Perbaiki Kompetisinya
Sabtu, 08 Mei 2004 02:02 WIB
Jakarta - Agar tidak terus tertinggal khususnya dari Eropa dan Amerika Selatan, Presiden FIFA Sepp Blatter meminta negara-negara Asia meningkatkan mutu kompetisi domestiknya.Bahwa organisasi kompetisi yang baik akan menghasilkan kualitas sepakbola yang lebih baik disampaikan Blatter usai menghadiri acara peluncuran buku βPower of Dreamsβ yang berisi perjalanan 50 tahun Konfederasi Sepakbola Asia atau AFC, di Kualalumpur, Malaysia, Jumat (7/5/2004).βSepakbola Asia harus memastikan bahwa mereka punya liga-liga domestik yang bagus. Ini adalah cara untuk menarik minat negara-negara top Eropa dan pemain-pemain dari kawasan lain di dunia,β ujarnya seperti dikutip AFP. Ia menambahkan, Asia sebenarnya memiliki potensi. Hal ini dibuktikan dari sejumlah bintang Asia yang sukses bermain di liga-liga Eropa. Namun Blatter belum melihat adanya pertukaran pemain yang seimbang antara kawasan ini dengan kawasan lain.Memang banyak pemain Eropa atau Latin yang bermain di beberapa negara Asia, tetapi umumnya mereka adalah yang kurang bersinar di negara asalnya atau telah melewati masa puncaknya. Sebaliknya, saat ini banyak talenta dari Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Iran berhasil memperlihatkan kemampuannya. Blatter menyebut program Visi Asia AFC sebagai kendaraan untuk meningkatkan profil sepakbola Asia, yang hari ini tepat berusia 50 tahun. Visi Asia adalah kreasi Presiden AFC Mohammed bin Hammam dan dimaksudkan untuk meningkatkan standar di 45 negara Asia di semua level, termasuk administrasi, struktur klub, dan pemasaran (marketing).βKalau Anda menengok liga-liga Eropa yang padat itu, ada banyak klub yang memiliki 30 pemain dalam daftar skuad, tapi hanya 11 plus 3 pemain cadangan yang bisa main,β kata Blatter.βAdalah bagus apabila Asia mampu menarik beberapa dari pemain (yang tak terpakai) itu. Tapi juga jangan satu arah. Keseimbangan pertukaran pemain yang baik antara Asia dan negara-negara lain di dunia akan menguntungkan semua pihak.βMungkin Blatter punya nasihat khusus kepada Liga Indonesia, yang hampir setiap pekan diwarnai insiden tawuran dan kekerasan terhadap wasit? (a2s/)











































