Semua yang menyaksikan laga final Piala Dunia 2006 tahu kejadian ini. Kala itu, Zidane, yang tengah memainkan laga kompetitif terakhirnya, tengah memimpin Prancis di babak perpanjangan waktu menghadapi Italia.
Ketika laga kian mendekati babak adu penalti, terjadilah insiden itu. Zidane terlihat beradu argumen dengan Materazzi, dan tanpa basa-basi... terjadilah tandukan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada yang tahu apa yang diucapkan Matrix, kendati banyak yang menyebut bahwa ia menghina ibu dan saudara perempuan Zidane. Apa pun, pria yang akrab disapa Zizou itu tampaknya masih sakit hati.
"Saya diprovokasi dalam situasi itu dan sangat tidak tepat bagi saya untuk meminta maaf, meski saya tak bangga dengan apa yang saya lakukan," ujarnya kepada L'Equipe.
"Tapi saya tak akan pernah meminta maaf," tegasnya.
"Ini adalah bagian dari karir saya, hidup saya. Ada beberapa momen yang tidak bisa saya terima, dan ini adalah salah satunya."
Banyak reaksi terjadi setelah insiden itu. Salah satunya adalah dari Presiden Prancis waktu itu, Jacques Chirac, yang membela Zidane dengan mengatakan bahwa sang pemain hanyalah korban dari provokasi.
(roz/arp)











































