Jelang Final UEFA
Didier Drogba Diragukan Tampil
Selasa, 18 Mei 2004 07:21 WIB
Jakarta - Masalah menghampiri Marseille menjelang final Piala UEFA, Rabu (19/5/2005) besok. Pasalnya mesin gol mereka, Didier Drogba, diragukan tampil karena cedera.Drogba menderita cedera pinggul saat melakoni pertandingan Liga Prancis melawan Monaco sembilan hari lalu. Meskipun sudah merasa lebih baik kala latihan hari Minggu, namun pesepakbola asal Pantai Gading itu masih belum merasa fit. "Keadaan saya sebenarnya sudah membaik dibandingkan pekan lalu. Namun saya masih sering merasakan sakit," ungkap Drogba seperti dilansir eurosport, Selasa (18/5/2004). "Saya merasa baik-baik saja di sesi awal latihan, namun saya merasakan sakit luar biasa kala menendang bola. Jika pertandingan final itu dilangsungkan hari ini, saya pasti tak bisa bermain," lanjutnya lagi.Cedera Drogba dipastikan menjadi pukulan hebat buat skuad Jose Anigo. Pasalnya pesepakbola yang menjadi top skorer dengan torehan enam gol itu merupakan 'kartu as' dalam setiap pertandingan klub asal Prancis itu. Bagaimana tidak, Drogba tak pernah absen menyumbang gol sejak babak ketiga Piala UEFA. Terakhir, sumbangan dua gol briliannya ke gawang Newcastle mengantar klubnya ke final menantang Valencia. Namun Marseille dibuat pusing setelah sang pemain menegaskan bahwa ia tak bersedia turun jika kondisinya tak 100% fit. "Meskipun saya mengetahui kalau pertandingan ini merupakan pertandingan besar, namun saya takkan mempertaruhkan kondisi kesehatan saya. Saya tak mau bermain jika hanya 50% fit. Saya tak mau mengecewakan tim saya," ungkap Drogba.Meski Drogba berkata demikian, namun pelatih Anigo bersikeras untuk menurunkan sang pemain apapun kondisi yang dihadapinya. Pasalnya, Marseille sudah kehilangan tandem Drogba, Mido, karena cedera lutut. "Secara medis tak ada lagi yang dapat dilakukan, dia (Drogba) harus bermain meskipun pinggulnya sakit. Sekarang situasinya bukan lagi berada di tangannya. Dia harus kembali ke lapangan dan mencetak gol untuk kami. Dia mungkin takkan pernah lagi memainkan pertandingan final--dan ia tahu soal ini. Dia harus berkorban untuk klub dan untuk dirinya sendiri," tegas Anigo. (mel/)











































