Sepakbola Tetap ke Athena
Jumat, 21 Mei 2004 19:27 WIB
Jakarta - Cabang olahraga paling populer, sepakbola, akhirnya dipastikan tetap dipertandingkan di Olimpiade 2004 setelah FIFA mencapai kesepakatan dengan badan anti doping dunia, WADA.Berbicara pada kongres FIFA di Paris, Jumat (21/5/2004), Presiden Sepp Blatter setuju untuk menerima pokok-pokok aturan WADA setelah sekian lama memperdebatkannya. Kesepakatan itu tercapai setelah kedua pihak plus Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengadakan pertemuan di ibukota Prancis itu.βSaya sangat senang untuk mengatakan bahwa setelah melalui pertimbangan mendalam dan mempertahankan sudut pandang kami, etika-etika dan prinsip-prinsip legal dalam pengendalian doping, kami dapat menandatangi aturan WADA.ββKita harus berjuang untuk melawan doping dalam dunia olahraga,β tambah Blatter seperti dikutip AFP. βKami akan maju terus dan memang harus demikian. Kami mesti membagi tanggung jawab kami dengan federasi-federasi yang lain dan IOC.βKetua WADA Dick Pound memuji keputusan FIFA tersebut, demikian pula Presiden IOC Jaques Rogge. βIni adalah sebuah momen besar di bidang olahraga. Perkawinan WADA dengan FIFA akan menghasilkan anak-anak yang sangat baik,β ujar Rogge.FIFA kini menjadi cabang olahraga ke-27 dari 28 cabang yang dipersiapkan untuk dipertandingkan pada Olimpiade Athena bulan Agustus mendatang. Tinggal satu federasi lagi yang diharapkan menyusul langkah FIFA, yakni UCI alias federasi balap sepeda internasional.Kode WADA, yang dibentuk tahun lalu oleh federasi-federasi internasional dan otoritas olahraga negara-negara di dunia, bertujuan menyeragamkan peraturan mengenai penggunaan doping di dunia olahraga. Badan-badan olahraga diminta untuk mengadopsi kode itu sebelum Olimpiade 2004, sedangkan KONI-nya setiap negara ditunggu hingga Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia, sebelum memberlakukan aturan-aturan tersebut di negara masing-masing.Jika ada badan olahraga yang menolak, maka olahraga tersebut dilarang ikut Olimpiade, sedangkan sanksi kepada negara-negara yang menolak adalah dilarang menjadi tuan rumah event-event internasional. Sepakbola sudah menjadi bagian dari Olimpiade sejak 1908, kecuali di Los Angeles 1932.Selama ini FIFA memiliki sikap tegas, bahwa setiap kasus doping harus dipertanggungjawabkan secara individu. Sementara WADA setuju dengan hal itu, tetapi tetap mempertahankan haknya untuk melakukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan FIFA, jika dirasa hukuman tersebut terlalu ringan. WADA juga menerapkan skorsing otomatis dua tahun bagi siapapun yang terbukti menggunakan doping.FIFA selama ini terkesan lembek dalam menjatuhi sanksi kepada pemain-pemain yang memakai doping. Contohnya Rio Ferdinand. Dalam aturan WADA, bek Mancehster United itu bisa terkena skorsing 2 tahun meskipun kesalahannya βhanyaβ mangkir dari tes doping. Tapi otoritas Inggris cuma melarangnya bertanding selama delapan bulan. (a2s/)











































