Jacques Santini:
Pelatih Kurang Dihargai
Sabtu, 22 Mei 2004 00:29 WIB
Jakarta - Pemain jadi selebritis lapangan hijau? Itu sudah biasa. Sayang penghargaan buat pihak yang menjadikan mereka sebagai 'selebritis' kurang dihargai. Pelatih misalnya. Profesi pelatih memang tak seperti pemain, yang mendapatkan sorotan di dalam maupun di luar lapangan. Padahal tak jarang mereka berperan sangat penting dalam menciptakan karakter bintang buat para pemainnya. Striker Chelsea Hernan Crespo, misalnya, mengaku kalau ia sangat respek dengan mantan pelatihnya di Parma Carlo Ancelotti. Pasalnya pelatih Parma musim 1996/98 itu adalah orang yang menumbuhkan kepercayaan dirinya saat baru pindah dari klub Argentina River Plate. "Waktu di Parma Ancelotti selalu membuat saya percaya diri. Saya harus berterima kasih karena dia sangat sabar kepada saya," ungkap pemain yang dua musim bersama pelatih yang sekarang menukangi AC Milan itu.Sayang penghargaan seperti yang ditunjukkan Crespo sangat jarang dilontarkan oleh pemain, petinggi klub, bahkan pejabat asosiasi sepakbola sekalipun. Terakhir keluhan soal kurangnya penghargaan buat sosok pelatih dilontarkan oleh pelatih timnas Prancis Jacques Santini. Indikasinya memang sederhana saja. Santini dan pelatih timnas rivalnya dalam pertandingan itu, Brasil, tak diabadikan dalam suvenir peringatan 100 tahun FIFA, Jumat (21/5/2004) dinihari WIB. "Kemarin saya dan Carlos Alberto Parreira (pelatih timnas Brasil) merasa sangat terluka karena foto kami tak disertakan dalam suvenir pertandingan Brasil vs Prancis," aku Santini seperti dilansir reuters, Jumat (21/5/2004). Mengaku bukan ingin menjual tampang, Santini merasa profesinya adalah yang paling vital dalam menentukan kualitas tim di tiap pertandingan. "Kami (pelatih) adalah orang-orang yang harus memikirkan beban pertandingan ini selama tiga bulan." "Ketika orang melihat gambar-gambar (di suvenir pertandingan itu) mereka akan bilang Zinedine Zidane ada disana, Mickael Landreau ada disana, namun takkan ada yang melihat pelatih-pelatih ada disana.""Nama kami akan dicetak dalam font kecil, sudah begitu tipis-tipis pula. Tampaknya FIFA tak ingin menghabiskan uang untuk menghargai kami," ungkapnya sinis. Dalam pertandingan yang digelar di Stade de France itu kedua tim bermain seri 0-0. Namun keduanya berhasil mempertontonkan pertunjukkan kelas dunia yang menghibur. Kalau demikian mungkin yang Santini inginkan adalah adanya 'penghargaan khusus'. Kenaikan gaji mungkin? (mel/)











































