Blanc dan beberapa koleganya dituding bertindak rasis setelah mengadakan meeting dan mendiskusikan kemungkinan menerapkan membatasi jumlah para pemain yang memiliki dua kewarganegaraan untuk bermain di timnas. Les Bleus memang banyak dihuni oleh para pemain keturunan yang bukan murni atau asli Prancis.
Seperti dikutip dari Mediapart, Blanc mengatakan dalam meeting tersebut, "Ini sangat mengganggu saya, ketika ada pemain-pemain yang bermain untuk Prancis di level junior, namun kemudian bermain untuk tim Afrika Utara atau Afrika."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar tersebut dinilai merupakan sebuah tindakan diskriminatif yang seharusnya tidak dilakukan oleh pelatih tim nasional seperti Blanc. Kementrian Olahraga dan FFF (Federasi Sepakbola Prancis) pun kebakaran jenggot.
Secara bersamaan, mereka mengeluarkan statemen untuk meminta maaf atas tindakan Blanc tersebut. Dan beruntung bagi Blanc, statemen dari kedua pihak juga menegaskan bahwa posisinya aman.
"Debat mengenai kuota ras telah menyentuh dari batas rasisme. Dua kewarganegaraan sendiri adalah sebuah masalah serius, tapi ini bukan solusi dari masalah tersebut," ujar Menteri Olahraga Prancis, Chantal Jouanno, seperti dilansir Yahoosports.
"Tanggapan umum yang muncul sungguh sangat tidak menyenangkan," lanjutnya.
"Laurent Blanc sangat marah pada dirinya sendiri atas apa yang diucapkannya dan dia tak percaya jika dirinya membuat perkataan semacam itu," ucap Patrick Braouezec, Ketua FFF.
(roz/din)











































