Keinginan untuk menunda proses pemilihan presiden baru FIFA sebelumnya disuarakan Inggris, mereka meminta penyelidikan terhadap korupsi di organisasi tersebut dituntaskan terlebih dahulu. Namun seperti diberitakan Yahoosports keinginan tersebut ditolak oleh mayoritas peserta kongres.
Itu membuat Blatter hampir dipastikan terpilih kembali untuk menduduki jabatan presiden FIFA untuk kali keempat. Pria asal Swiss itu sebelumnya cuma punya satu lawan yakni Mohamed Bin Hammam, namun Presiden AFC tersebut kemudian mengundurkan diri setelah dia ikut diselidiki dalam kasus korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebuah pukulan. Dan saya secara pribadi tertampar," sahut Blatter. "Kita harus menghentikannya untuk sekali dan selamanya, semua kritik buruk ini, tuduhan-tuduhan, sindiran adanya kecurangan di semua sisi."
"Kapal FIFA ini tengah berada dalam perairan yang berbahaya tapi kapal ini harus dibawa kembali ke jalur yang seharusnya. Sayalah kapten kapalnya. Karena itulah menjadi tugas saya untuk membawanya kembali ke lintasan yang benar," lanjut dia.
Selain menjanjikan pemberantasan korupsi, Blatter juga menjanjikan untuk membuat bidding tuan rumah Piala Dunia menjadi lebih demokratis. Dia merencanakan semua anggota FIFA akan memiliki suara dalam pemilihan tersebut, tak cuma terbatas pada 24 orang anggota Komite Eksekutif seperti yang ada sekarang dan belakangan terindikasi menerima suap.
(din/a2s)











































