Setelah hijrah ke Anfield dari Newcastle United, Carroll baru tiga kali mencetak gol dari 13 kali tampil. Jumlah gol yang jauh di bawah ekspektasi mengingat nilai transfernya yang besar; transfer pemain Britania tertinggi sepanjang masa.
Penampilan Carroll yang di bawah standar turut mempengaruhi kehadirannya di Three Lions. Penyerang berambut gondrong ini tak dipilih Fabio Capello saat Inggris menggilas Bulgaria 3-0 di laga kualifikasi Piala Eropa, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia butuh menemukan kembali bentuk performanya. Melawan Bulgari, saya memili 25 pemain dan menentukan 11 starter yang menurut saya sedang dalam performa terbaiknya," ungkap Capello di Mirror.
"Andy tidak memainkan pertandingan terbaiknya dengan Liverpool dan mungkin dia sedang tidak dalam puncak performa. Dia juga besar. Dia butuh memainkan pertandingan, pertandingan, pertandingan. Ini awal musim."
Capello berharap banyak kepada Carroll untuk membawa Inggris kembali berjaya di kancah internasional. "Saat ini, beberapa pemain sungguh bagus dan banyak berlari. Dalam 20 menit kami punya semuanya - penguasaan bola, peluang mencetak gol karena kami masih segar."
"Ketika para pemain ini, seperti Andy saat fit dan berada di puncak performanya maka mereka akan penting untuk tim," tuntas pelatih asal Italia itu.
Ini merupakan peringatan lain buat pemuda berusia 22 tahun itu. Sebelumnya, Capello telah mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap kebiasaan Carroll yang gemar minum-minuman keras.
(rin/roz)











































