Air Mata Given untuk Speed

Air Mata Given untuk Speed

- Sepakbola
Senin, 28 Nov 2011 12:30 WIB
Air Mata Given untuk Speed
Swansea - Sebagai seorang kiper, Shay Given cukup piawai membendung serangan lawan masuk ke gawangnya. Tapi Given tak kuasa membendung cucuran air mata duka setelah Gary Speed meninggal dunia.

Tangisan Given menjadi salah satu pemandangan emosional yang terlihat di Wales Selatan dalam laga kandang Swansea City melawan Aston Villa, Minggu (27/11). Kematian tragis Speed memang telah melukai dunia sepakbola Britania Raya.

Pertandingan tersebut digelar hanya sekitar satu setengah jam setelah kematian Speed dikonfirmasi. Seperti diketahui, pria yang menukangi timnas Wales itu ditemukan meninggal bunuh diri di kediamannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pemain Swansea dan Villa memasuki lapangan dengan mengenakan pita hitam di lengannya sebagai tanda duka cita. Mengheningkan cipta selama satu menit dilakukan sebelum kickoff pertandingan.

Akan tetapi hanya beberapa detik setelah prosesi itu, tepuk tangan keras penonton Liberty Stadium membahana diikuti dengan nyanyian untuk mantan bintang Leeds United dan Newcastle United itu, "there's only one Gary Speed".

Salah satu pemain yang paling terpukul adalah kiper Villa, Shay Given. Pesepakbola berusia 35 tahun ini pernah bermain bersama Speed selama enam musim saat masih berbaju Newcaslte.

Given terlihat menangis saat melakukan mengheningkan cipta. Kiper yang pernah memperkuat Manchester City itu tampak harus beberapa kali mengelap air matanya ketika hendak bersiap melakoni pertandingan. (lihat video-nya disini)

"Tiga dari pemain kami (James) Collins, Given dan (Jermaine) Jenas sangat sedih," ucap manajer Villa, Alex McLeish sebelum laga yang berakhir 0-0 itu dikutip Guardian. "Kami sangat paham jika Swansea menginginkan untuk menunda laga ini."

Penghormatan untuk mendiang Speed juga dilakukan menjelang laga Liverpool melawan Manchester City di Anfield. Hal itu sekaligus untuk menghormati kematian anak kiper The Reds, Brad Jones yang meninggal karena penyakit leukimia.

Kesedihan juga terlihat di Leeds, klub yang dibawa Speed juara divisi satu Liga Inggris pada 1991-92. Bendera-bendera di stadion Elland Road dikibarkan setengah tiang dan fans melakukan penghormatan dengan meletakkan kostum dan syal.

Gelombang ucapan bela sungkawa juga datang dari banyak figur sepakbola sampai Perdana Menteri Britania David Cameron telah menyampaikan penghormatan untuk Speed.


(rin/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads