Piala Asia
SBY: Kita Harus Terima Kekalahan
Senin, 26 Jul 2004 00:02 WIB
Jakarta - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan Indonesia harus menerima kekalahan atas kesebelasan Bahrain. Indonesia tidak boleh berkecil hati, justru harus meningkatkan prestasi di masa depan.Demikian penjelasan capres dari Partai Demokrat itu kepada wartawan di Jl. Wolter Mongonsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (25/7/2004) malam, tentang kegagalan Indonesia ke babak perempatfinal Piala Asia."Kita dengar berita, kita belum berhasil. Kita harus menerima kekalahan menghadapi kesebelasan Bahrain," jelas SBY ketika dimintai komentasnya atas kekalahan kesebelasan Indonesia menghadapi Bahrain dalam Piala Asia malam ini.Namun begitu, lanjutnya, kekalahan seperti itu hendaknya tidak menjadikan tim kecil hati. Alasannya, kesebelasan Indonesia telah berjuang keras dan tetapharus diperjuangkan di masa depan dengan meningkatkan prestasi sendiri. "Saya melihat perkembangan dunia olahraga kita, setelah kita mengalami krisi ini, memang perlu ada kebangkitan nasional," tegas SBY.Masalah olahraga di Indonesia, khususnya persepakbolaan yang tepuruk saat ini, menurutnya, tidak hanya bisa menggantungkan kepada KONI semata. Tetapi menurutnya, bagaimana pemerintah dan masyarakat untuk berpikir dan bertanggungjawab dari segi pembiayaan, segi profesionalismenya."Saya berharap dengan belum berhasilnya Indonesia malam ini bukan menjadikan kendor. Ayolah kita bangun di masa mendatang, kekalahan hanya kemenangan yangtertunda," ucapnya lagi. Ketika ditanya apa olahraga akan masuk RAPBN mendatang, karena selama ini selalu mengharapkan sponsor? SBY menjawab bahwa masalah olahraga itu urusan masyarakat, negara tidak perlu banyak campur tangan sampai masalah anggaran. "Saya tidak setuju itu harus ada tanggung jawab dari pemerintah bagaimana membina prestasi dan membangun semangat," jawabnya. Namun demikian, lanjut SBY, bila dirinya terpilih menjadi presiden kelak nanti akan memikirkan persoalan olahraga, khususnya masalah pendanaan. "Jika saya terpilih, Insya Allah, pemerintah bisa berkontribusi untuk segi penganggaran. Yang penting olahraga kita harus bangkit kembali," tegasnya. (zal/)











































