Graham Potter sukses meloloskan Swedia ke Piala Dunia 2026. Ini seperti jadi penebusan untuk karier Potter yang berantakan belakangan ini.
Swedia menghadapi Polandia di Final Playoff, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pada laga di Strawberry Arena, Solna, Swedia menang dramatis 3-2 lewat gol Viktor Gyokeres di menit ke-88.
Swedia sempat tertinggal duluan sebelum berbalik unggul 2-1 dan disamakan oleh tim tamu. Swedia berhasil melaju ke putaran final pertamanya sejak terakhir di 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persepakbolaan Swedia memang lagi menurun dalam delapan tahun terakhir, yang ditandai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 serta Euro 2020 dan 2024. Bahkan mereka bisa ada di Playoff karena performa bagus di UEFA Nations League C, bukan dari kualifikasi.
Swedia hancur lebur karena jadi juru kunci grup dengan dua poin dan kalah empat kali dari enam pertandingan. Itulah yang mendasari pergantian pelatih dari Jon Dahl Tomasson ke Potter pada 20 Oktober 2025.
Potter sempat kebagian dua laga terakhir kualifikasi, tapi Swedia dibantai 1-4 oleh Swiss dan berimbang 2-2 kontra Slovenia. Potter kemudian membayar lunas di fase playoff lewat kemenangan 4-1 atas Ukraina dan 3-2 atas Polandia.
Ini seperti pembuktian kalau Potter masih ada setelah kariernya berantakan tiga tahun terakhir. Sejak namanya naik bersama Brighton & Hove Albion, Potter direkrut Chelsea pada September 2022 menggantikan Thomas Tuchel.
Potter cuma bertahan sampai April 2023 sebelum dipecat karena performa buruk The Blues. Sempat menganggur hampir dua tahun, Potter coba peruntungan bersama West Ham United pada 9 Januari tahun lalu.
Sayang, Potter dipecat The Hammers pada 27 September, kembali karena hasil buruk. Swedia pun berhasil menyelamatkan karier Potter, seperti saat dulu pertama jadi pelatih profesional di klub lokal sana, Osterstund, pada Januari 2011.
Ini adalah malam terbaik dalam hidup saya dan saya telah mengalami beberapa malam yang luar biasa. Anda tahu pasti soal cerita bersama (klub Swedia) Ostersund dan petualangan Eropa serta kemenangan Liga Champions dan Premier League. Tetapi ini lebih dari itu semua," ujar pria asal Inggris itu seperti dikutip Reuters.











































