Persahabatan
Di Teheran, Jerman Taklukkan Iran
Minggu, 10 Okt 2004 03:10 WIB
Jakarta - Tuan rumah Piala Dunia 2006, Jerman, berhasil menuai kemenangan di laga persahabatannya, Minggu (10/10/2004) dini hari WIB, setelah mengalahkan Iran 2-0.Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2006, Jerman memang tak melakoni kualifikasi seperti halnya calon peserta lainnya. Oleh karena itu untuk menguji kekuatan skuadnya, Juergen Klinsmann kerap melaksanakan pertandingan persahabatan. Pertandinga persahabatan melawan Iran merupakan yang ketiga kali buat skuad Klinsmann setelah melawan Austria dan Brasil. Disaksikan oleh 110.000 penonton yang memadati stadion di ibukota Iran, Teheran, Jerman mampu mengungguli tuan rumah lewat gol-gol yang dilesakkan oleh Fabian Ernst dan Thomas Brdaric. Jerman unggul ketika pertandingan baru berjalan di menit ke-5 lewat kaki gelandangnya, Ernst. Memanfaatkan umpan gelandang Bernd Scheneider, Ernst berhasil menaklukkan kiper Ebrahim Mirzapour. Keunggulan tim tamu diperbesar menjadi 2-0 melalui gol Brdaric di menit ke-53. Ia berhasil menyelesaikan umpan silang Andreas Goerlitz menjadi sebuah sundulan yang menaklukkan kiper Mirzapour.Meski menang, Jerman harus berterima kasih kepada kiper "nomor dua" mereka, Jens Lehmann. Beberapa kali kiper yang menggantikan Oliver Kahn yang cedera itu harus jungkir balik menyelamatkan gawangnya dari kebobolan oleh Ali Karimi dkk. Lehmann sekaligus membuktikan kalau ia sangat pantas untuk dipercaya untuk menjadi kiper utama. Bukan sekedar sesumbar, kiper yang bermain untuk klub Inggris Arsenal itu benar-benar tampil spektakuler pada pertandingan ini dengan melakukan beberapa penyelamatan gemilang.Meski harus menyaksikan kekalahan tim kesayangannya, kesediaan juara dunia tiga kali Jerman untuk datang dan melakoni pertandingan persahabatan di Iran tetap mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat "negeri mullah" itu. Ini ditandai dengan ludesnya tiket pertandingan di stadion yang "hanya" berkapasitas 110,000 tempat duduk itu. Bahkan, masih ada 150,000 calon penonton lagi yang tak kebagian tiket dan terpaksa menyaksikan dari luar. Sayang, tak semua lapisan masyarakat bisa menikmati pentas sepakbola dunia secara langsung. Sejak revolusi digulirkan pada tahun 1979, para perempuan Iran memang dilarang untuk menonton sepakbola di stadion. Hal ini merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Iran yang masih kuat memegang tradisi Islam. Namun pengecualian tetap diberikan kepada para warga Jerman, khususnya warga perempuan. Mereka tetap diperbolehkan masuk dan menyaksikan pertandingan.Susunan Pemain: Iran: 1-Ebrahim Mirzapour (21-Mehdi Rahmati 63), 13-Hussein Kaabi (18-Ali Badavi 83), 4-Yahya Golmohammadi (26-Mohammad Alavi 62), 5-Rahman Rezaie, 2-Mehdi Mahdavikia, 6-Javad Nekounam, 12-Alireza Nikbahkt (11-Khodadad Azizi 59), 8-Ali Karimi (14-Arash Borhani 77), 9-Vahid Hashemian, 20-Mohammad Nosrati, 19-Jalal Kameli MofradGermany: 1-Jens Lehmann, 6-Andreas Goerlitz, 4-Christian Woerns (15-Per Mertesacker 80), 3-Robert Huth, 21-Philipp Lahm, 14-Fabian Ernst (7-Bastian Schweinsteiger 87), 10-Sebastian Deisler (18-Tim Borowski 78), 13-Michael Ballack, 19-Bernd Schneider (8-Thomas Hitzlsperger 68), 11-Miroslav Klose (17-Gerald Asamoah 56), 9-Thomas Brdaric (20-Lukas Podolski 73).Wasit: Saad Kameel Mane (Kuwait) (mel/)











































