Super Lig Turki dipanaskan dengan partai antara dua rival berat, Fenerbahce dan Galatasaray, pada hari Senin (13/5/2013) kemarin. Berlangsung panas, seorang suporter Fenerbahce dikabarkan tewas ditusuk dan lebih dari 100 orang ditahan dalam salah satu partai (derby) terpanas dan terpopuler di Turki itu.
Di laga itu sendiri tuan rumah Fenerbahce mengalahkan sang juara liga Galatasaray dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh penyerang Kamerun Pierre Webo, sedangkan gol balasan Galatasaray dibuat Burak Yilmaz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian memanggilku monyet tapi kalian menangis ketika Chelsea mengalahkan Fenerbace di 2008, kalian memanggilku monyet tapi kalian melompat di depan layar televisi ketika aku menjuarai Liga Champions," kata Drogba di laman Facebook Galatasaray yang dikutip Reuters.
"Kalian memanggilku monyet tapi kalian berang ketika aku menjadi juara bersama Galatasaray dan yang paling menyedihkan adalah kalian memanggilku monyet dan lupa bahwa kalian melompat kegirangan ketika saudara 'monyetku' (Webo, yang juga berkulit hitam--red) mencetak dua gol kemarin... dan kalian menyebut diri kalian sendiri suporter sejati? Lihat komentar-komentar suporter Galatasaray dan belajarlah dari mereka," sergahnya.
Selain sindiran dan teguran itu, Drogba juga mem-posting sebuah gambar dalam akun Instagram-nya, berisikan evolusi manusia dari sesosok kera.

Secara terpisah, seorang pria yang mengklaim sebagai suporter yang mengibaskan pisang itu menyatakan bahwa dirinya memegang pisang karena memang berniat memakan buah tersebut.
"Aku tidak mengibas-ngibaskan pisang dengan niatan rasialisme, aku cuma bergabung untuk mencemooh (kiper Galatasaray Fernando) Muslera," kata pria yang tidak disebutkan namanya itu dalam sebuah acara televisi lokal.
"Aku tidak seperti itu. Aku minta maaf kepada suporter Fenerbahce dan Galatasaray," imbuhnya.
(krs/mfi)











































