Konflik dengan Koeman
Van Gaal Mundur Demi Ajax
Kamis, 21 Okt 2004 19:43 WIB
Den Haag - Alasan resmi Van Gaal karena merasa kewenangannya terlalu dibatasi. Dia akhirnya mundur 'demi Ajax'. Namun konflik dengan pelatih Ronald Koeman tetap tak bisa ditutupi.Alasan resmi Van Gaal tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan manajemen Ajax, Rabu (20/10/2004) jam 17.30 atau 22.30 WIB.Dalam teks tertulis disebutkan bahwa setelah melakukan pembicaraan dengan manajemen Ajax, Van Gaal memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Direktur Teknik, yang antara lain menentukan kebijakan belanja-jual pemain. "Hasil pembicaraan Van Gaal-manajemen Ajax memastikan bahwa Van Gaal menolak jalan kompromi karena itu tidak sesuai dengan karakternya. Hal itu menimbulkan ketegangan," demikian bunyi teks yang diedarkan.Van Gaal sendiri dalam pernyataan lisan menjelaskan bahwa dirinya bisa saja melakukan kompromi, "Saya bersedia melakukan kompromi, tapi untuk itu harus ada argumen mendasar," kata mantan pelatih Ajax, Barcelona, dan timnas Belanda dengan ekspresi tidak rileks.Lebih lanjut ia mengatakan bahwa keputusannya mundur sebagai Direktur Teknik Ajax dipicu oleh adanya 'perbedaan visi' dan soal kewenangan. "Saya mengundurkan diri demi kepentingan Ajax. Pemicunya antara lain karena adanya perbedaan visi dan kewenangan sebagai Direktur Teknik di Ajax," demikian Van Gaal, seraya menolak keputusannya dikaitkan dengan kinerja Ajax yang belakangan merosot.Pria yang dikenal disiplin dan keras itu terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya sudah patah arang ketika target Ajax diubah dari yang telah ia canangkan. Hal itu terjadi setelah kekalahan dramatis Ajax dari Bayern Munchen (0-4) dalam duel kedua Pool C Liga Kampiun UEFA pada 28/9/2004.Pernyataan Van Gaal tersebut seperti mengakui konflik sebenarnya dengan pelatih Koeman. Sebelumnya, setelah kekalahan dari Bayern Munchen tersebut, Koeman komplain bahwa target yang dibebankan kepadanya tidak realistis. Koeman kecewa dengan kebijakan menjual Ibrahimovic demi fulus dan menilai dengan materi sekarang target Ajax terlalu muluk. Komplain Koeman ini disanggah Van Gaal bahwa materi pemain Ajax cukup berkualitas dan bisa mencapai target yang dibebankan, minimal mencapai babak kedua Liga Kampiun. Koeman lalu meminta pertemuan tertutup segitiga dengan Van Gaal dan manajemen Ajax. Pada fase ini sempat berkembang spekulasi bahwa Koeman akan meletakkan jabatannya dan hengkang dari Ajax. Akhirnya target diturunkan, yakni berlaga di UEFA pun sudah cukup. Namun, justru Van Gaal yang tidak bisa terima."Ketika saya datang, saya ingin Ajax kembali menikmati laga di Liga Kampiun. Banyak orang menilai ini utopia, tapi saya tidak. Saya masih tetap yakin bahwa hal itu masih bisa menjadi kenyataan. Namun cara main Ajax jangan seperti cara main umumnya di dunia. Ajax harus main beda," ungkap Van Gaal, yang berkuasa menetapkan rencana kebijakan teknik Ajax.Dalam rencana kebijakan itu tercantum bahwa Ajax dalam jangka lima tahun harus bisa mencapai semifinal Liga Kampiun. "(Target) ini jangan begitu mudah diubah dan diturunkan. Perubahan itu membuat ruang bermain saya sebagai Direktur Teknik semakin mengecil, yang memang sebelumnya sudah kecil," ujar Van Gaal, yang hadir mengenakan jas hitam dan dasi merah khas Ajax.Di pihak lain rencana kebijakan seperti itu dirasa Koeman membuat sesak nafas. Maunya Koeman, kalau memang ingin mencapai target itu, timnya jangan diutak-atik. Bomber sekaliber Ibrahimovic jangan dijual, karena Ajax sendiri membutuhkan. Jadi mungkin memang benar alasan Van Gaal, sebaiknya ia pergi demi Ajax. Satu dunia dua matahari memang tidak bisa. (es/)











































