Scolari tidak memakai resep baru untuk membangkitkan Brasil lagi. Dia menggunakan pendekatan yang sama dengan ketika melatih A Selecao pada periode 2001-2002.
Sekitar 11 tahun silam, Scolari mengubah skuat Brasil menjadi A Familia Scolari (Keluarga Scolari). Scolari memakai filosofi sebuah keluarga dalam membangun tim. Sebagai "ayah", dia menginginkan anak-anaknya solid dan kompak di dalam dan luar lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filosofi seperti di atas terbukti berhasil. Brasil tampil sangat baik di Piala Dunia 2002. Mereka meraih enam kemenangan beruntun untuk lolos ke final dan akhirnya mengalahkan Jerman 2-0 di partai puncak.
"Di Piala Dunia itu, Felipao bisa membuat kami semua, para pemain dan staf pelatih, merasa bahwa kami semua sama pentingnya," kenang mantan pemain Brasil, Juninho Paulista.
"Mulai Ronaldo sampai kiper ketiga, dia memperlakukan semua orang sama. Itulah kenapa skuat bisa begitu menyatu. Felipao bagus dalam hal membangun kepercayaan diri orang-orang," katanya.
Ketika dipercaya untuk melatih Brasil lagi pada November tahun lalu, Scolari kembali menerapkan filosofi "ayah-anak" ini. "Saya ingin para pemain tahu dan merasa bahwa saya akan membela mereka seperti seorang ayah membela anak-anaknya," tutur Scolari.
Hasil dari pendekatan seperti itu terlihat jelas di Piala Konfederasi 2013. Pemain-pemain Brasil, baik inti atau cadangan, bermain sangat maksimal sepanjang turnamen. Lihatlah Jo yang mencetak dua gol dalam dua partai babak grup meski waktu bermainnya hanya 17 menit. Dante, yang menjadi pemain pengganti di laga melawan Italia, juga sukses bikin gol.
"Ketika kami ada di bangku cadangan, kami selalu bilang bahwa ketika Anda diturunkan itu bukan cuma untuk menghabiskan waktu, itu adalah untuk membantu mengamankan hasil. Seperti yang Felipao katakan, yang penting adalah skuat secara keseluruhan siap," ujar Jo.
Brasil akhirnya menjadi kampiun Piala Konfederasi setelah mengalahkan Spanyol 3-0 di final. Tapi, target yang lebih besar ada di depan mata karena mereka akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.
Scolari berharap tim yang sudah dibangunnya bisa makin solid dalam waktu setahun ke depan. Bersama "keluarga baru", dia ingin mengulangi sukses 2002.
"Pada tahun 2002, tim mendapatkan kritik secara universal sebelum Piala Dunia sehingga mereka menyatu. Bahkan sampai hari ini kami masih begitu akrab sehingga kami tahu betapa pentingnya persatuan dan bagaimana hal itu akan terus ada di sisa hidup kami," kata Scolari.
"Saya harap dengan tim yang sekarang kami juga bisa menciptakan tim seperti di tahun 2002 dan kami menghabiskan tahun demi tahun untuk bertemu dan mengingat bagaimana kami membentuk tim untuk Brasil," ujarnya.
(mfi/a2s)











































