Dikartu Merah, Adriano Minta Maaf
Rabu, 03 Nov 2004 23:05 WIB
Jakarta - Setelah menerima kartu merah dalam laga Liga Champions dini hari tadi, striker Inter Milan asal Brasil Adriano mengaku menyesal berat. Alhasil ia pun menyatakan permintaan maaf. Memasuki menit pertama injury time babak kedua pertandingan Inter vs Valencia, Rabu (3/11/2004) dinihari WIB, Adriano terlibat percekcokan dengan Marco Caniera soal pelanggaran telat yang dilakukan bek bernomor punggung 12 itu. Dari rekaman televisi terlihat kalau Caniera kemudian menampar wajah Adriano. Emosi, striker asal Brasil ini pun melayangkan "bogem mentah" yang membuat sang bek terhuyung-huyung ke belakang. Tanpa ampun wasit Valentin Ivanov memberi Adriano kartu merah, sementara Caniera terbebas dari hukuman karena berhasil meyakinkan wasit sebagai korban dari "keganasan" striker bernomor punggung 10 ini. Kartu merah yang diterima pencetak 14 gol dalam 15 pertandingan terakhir ini secara otomatis membuatnya absen setidaknya dalam dua partai Liga Champions Inter. Menyesal, Adriano secara khusus meminta maaf atas kelakuannya. "Saya ingin meminta maaf kepada klub, rekan-rekan setim, dan para fans. Saya telah salah bersikap," kata Adriano kepada situs Inter.it seperti dilansir Rabu (3/11/2004). "Kartu merah yang pertama dalam karir saya ini adalah sebuah beban. Saya selalu ingin memberikan sesuatu kepada Inter dan tak pernah ingin meninggalkan mereka dengan kondisi kekurangan satu orang," tambah pemuda 22 tahun ini. Meski menuai kartu merah, Adriano mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Ketika meninggalkan lapangan pertandingan para penonton memberikan tepuk tangan meriah buatnya. Lebih jauh, pelatih dan presiden Inter pun melihat kalau bogem mentah yang dilayangkan Adriano ke muka Caniera adalah sebuah aksi pembelaan diri. "Anak itu (Adriano) telah diprovokasi. Setelah ditampar, dia tentu harus membela diri, dia takkan memukul tanpa alasan," ucap pelatih Roberto Mancini. "Adriano sudah meminta maaf atas perilakunya, namun ia juga mengatakan kalau ia melakukan itu karena sudah diprovokasi beberapa kali sebelum akhirnya ditampar oleh Caneira," timpal presiden Giacinto Faschetti, sambil mengaku mendampingi Adriano menemui wasit Ivanov usai pertandingan.Kubu Inter pun merasa yakin kalau UEFA bakal meringankan hukuman yang diterima Adriano kelak. Apa pasal? "Wasit dan delegasi UEFA telah melihat rekaman insiden tersebut. Bahkan mereka telah meminta kaset yang berisi rekaman tersebut sebagai bukti untuk mengoreksi keputusan mereka," tambah Faschetti. (mel/)











































