Evan Dimas cs Tundukkan Korea Selatan

Kilas Balik Sepakbola (Oktober)

Evan Dimas cs Tundukkan Korea Selatan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 31 Des 2013 07:14 WIB
Evan Dimas cs Tundukkan Korea Selatan
ANTARA/Ismar Patrizki
Jakarta - Tim nasional Indonesia U19 sekali lagi membawa kegembiraan untuk masyarakat Indonesia. Usai menjuarai Piala AFF U19, Evan Dimas dkk. memastikan diri lolos ke putaran final Piala Asia U19.

Kelolosan Indonesia ini pantas disambut dengan sukacita rakyat Indonesia. Sebab tim asuhan Indra Sjafri sempurna selama menjalani fase kualifikasi, memenangi seluruh tiga laganya. 'Garuda Muda' menang 4-0 atas Laos, berlanjut 2-0 atas Filipina, dan yang terakhir 3-2 atas Korea Selatan.

Kemenangan atas Korea Selatan di laga terakhir tersebutlah yang paling menggelorakan publik tanah air. Betapa tidak, Korea Selatan adalah tim yang pernah 16 kali masuk final dan 12 kali jadi juara(!).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberhasilan timnas U19 ini kemudian berdampak positif pada timnas senior, yang tengah berjuang di kualifikasi Piala Asia 2015. Setelah gagal meraih poin di dua laga pertama, tim 'Garuda' akhirnya meraih poin pertama setelah bermain imbang 1-1 kontra China di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kabar positif juga datang dari putra tanah air, Erick Thohir, yang secara resmi menjadi pemilik Inter Milan. Pengusaha media itu, lewat sebuah konsorsium pimpinannya, membeli 70% saham dari Massimo Moratti dengan nilai yang disebut-sebut sebesar 5,2 triliun rupiah. Inter jadi tim olahraga kesekian yang diakuisisi Thohir. Sebelumnya ada klub NBA Philadelphia 76ers dan klub Liga Amerika Serikat DC United, di mana dia jadi co-owner bersama Jason Levien.

Sementara itu, AS Roma membatalkan kunjungannya ke Indonesia karena alasan cedera pemain dan adanya laga internasional. Selain itu, kabar menyebutkan 'Serigala Ibukota' ingin fokus ke Liga Italia, di mana mereka tengah memimpin klasemen.

Tim asuhan Rudi Garcia itu memang tampil mengejutkan hingga bulan kesepuluh ini. Seluruh sembilan laga pembuka musim berhasil dimenangi. Sementar Roma melaju mulus, Juventus justru harus menelan kekalahan pertama di musim 2013-2014. Bertandang ke Fiorentina, juara Serie A dua musim terakhir itu kalah 2-4 setelah lebih dulu unggul dua gol.

Nasib lebih buruk dialami AC Milan dan Massimiliano Allegri. Sampai Oktober, Rossoneri baru menang tiga kali dari 10 pertandingan sementara empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Kecewa dengan buruknya performa Milan, seorang suporter Milan memasang iklan menjual sang pelatih di eBay.

Harganya? Cukup 1 Euro saja atau 15 ribu rupiah. "Dijual: Pelatih Tanpa Ide dan Karakter," demikian bunyi iklan tersebut.

Jika Allegri membuat penggemar Milan kesal, maka lain halnya dengan Sir Alex Ferguson yang membuat heboh para pemain bola, kolega, dan eks pemain asuhannya. Mantan manajer Manchester United itu merilis sebuah buku otobiografi di mana di dalamnya ia banyak menyinggung tokoh-tokoh sepakbola.

Pria Skotlandia itu mengungkapkan masalahnya dengan Roy Keane, menceritakan hubungannya dengan Ruud van Nistelrooy, dan juga mengisahkan bagaimana Wayne Rooney minta hengkang di akhir musim 2012-2013 lalu. Selain itu, ada sejumlah nama lain seperti David Beckham, Steven Gerrard, Mark Bosnich, Rafael Benitez dan Kenny Dalglish yang kena sindiran di bukunya.

Manchester City dan Arsenal juga jadi tim yang kurang bahagia di bulan Oktober setelah keduanya kalah di dua laga besar. City takluk dari Bayern Munich dan Chelsea, sementara Arsenal ditundukkan Borussia Dortmund dan Chelsea. Di lain sisi, 'The Blues' jadi protagonis di antara tim-tim Inggris lainnya di bulan ini usai mengalahkan City dan Arsenal.



Dari La Liga, Barcelona sukses memenangi El Clasico pertama di musim 2013-2014 yang digelar di Camp Nou. Los Cules menundukkan sang rival Real Madrid dengan skor 2-1. Neymar dan Alexis Sanchez jadi pencetak gol untuk tuan rumah, dibalas satu gol dari Jese Rodriguez.

Nasib berbeda dijalani dua pemain baru masing-masing tim: Neymar di Barca dan Gareth Bale di Madrid. Sama-sama jadi starter, Neymar bikin gol dan menebar ancaman dengan aksi-aksi individunya, sementara Bale tak banyak terlihat di lapangan hingga ditarik keluar.

Meski kalah, Madrid tetap patut berbangga karena penyerang andalannya Cristiano Ronaldo terus terus tampil tajam hingga bulan Oktober ini. Setelah mencetak hat-trick atas Sevilla, Ronaldo telah mencetak total 158 gol di La Liga sepanjang kariernya di Spanyol. Ia melewati Ferenc Puskas di daftar top skorer sepanjang masa Madrid, menempati urutan lima dibelakang Raul Gonzalez, Alfredo Di Stefano, Santillana, dan Hugo Sanchez.

Torehan lain dibukukan pemain internasional Portugal itu di Liga Champions. Usai mencetak dua gol kontra Juventus, Ronaldo total telah mencetak tujuh gol di fase grup. Ia menyamai torehan Filippo Inzaghi pada musim 2002/2003.

Tak mau kalah, gelandang veteran Manchester United Ryan Giggs juga mencatatkan rekornya sendiri. Diturunkan di Matchday dua Liga Champions kontra Shakhtar Donetsk, Giggs total telah tampil 145 kali di ajang tersebut sejak debut pada 1993. Ia menjadi penampil terbanyak, melewati Raul yang sebelumnya memegang rekor dengan 144 laga.

Sosok lain yang menyita perhatian di bulan Oktober 2013 adalah Diego Costa. Terlahir sebagai orang Brasil, penyerang Atletico Madrid itu memilih membela Spanyol setelah sebelumnya sempat jadi rebutan antara kedua negara tersebut.

Selain karena tak kunjung dipercaya tim nasional Brasil, Costa menyebut Spanyol telah berjasa mengembangkan kariernya. Ia merasa dihargai dan punya utang di negeri matador tersebut, sehingga akhirnya memilih bergabung dengan La Furia Roja. Ia lantas bertekad masuk ke skuat Piala Dunia 2014 di Brasil.

Berbicara soal Piala Dunia, di bulan Oktober sudah 21 negara dari seluruh dunia telah memastikan tiket ikut ke putaran final ajang tersebut. Mereka adalah Brasil, Jepang, Australia, Iran, Korea Selatan, Belanda, Italia, Belgia, Swiss, Jerman, Rusia, Bosnia-Herzegovina, Inggris, Spanyol, Argentina, Kolombia, Chile, Ekuador, Amerika Serikat, Kosta Rika, dan Honduras.

Sementara lima tiket lainnya masih diperebutkan di Konfederasi Afrika (CAF) dan enam tiket di babak playoff.

Namun pesta sepakbola terbesar di dunia itu terancam tanpa kehadiran pemain-pemain kulit hitam, menyusul pelecehan rasial yang dialami oleh Yaya Toure. Toure mendapatkan pelecehan kala membela Manchester City melawan CSKA Moskow di Liga Champions. Usai kejadian itu, ia mengancam akan mengajak rekan-rekannya sesama kulit hitam memboikot Piala Dunia.

Di sisi lain, presiden FIFA Sepp Blatter membuat kontroversinya sendiri, setelah secara terang-terangan mengaku lebih menyukai Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo. Isu ini menjadi besar karena Blatter berbicara berkaitan dengan penghargaan FIFA Ballon d'Or.

(raw/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads