Lapangan Buatan Lebih Disukai Pele
Senin, 29 Nov 2004 12:18 WIB
Jakarta - Keputusan UEFA memakai lapangan buatan atau sintetik di musim depan memang mengundang kontroversi. Namun bintang legenda Pele justru mendukung hal tersebut. Tidak hanya itu, bahkan Pele menegaskan jika saja dirinya bermain di lapangan buatan, bukan tidak mungkin rekor gol yang dibukukannya (1281 gol) bisa bertambah. Pernyataan Pele ini seakan meredam debat kontroversi tentang pemakaian lapangan buatan atau alami."Jika saja sekarang saya bermain di rumput buatan pasti saya akan lebih banyak mencetak lebih banyak gol. Apalagi sakit pemain lebih berkurang jika jatuh di lapangan buatan dibandingkan yang alami," tutur Pele yang juga merekomendasikan lapangan buatan dipakai di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dilansir Reuters, UEFA menegaskan akan tetap pada keputusannya mengenai pemakaian lapangan buatan. Pasalnya perkembangan lebih lanjut menunjukkan kalau kualitas rumput sintetik sebanding, bahkan lebih baik dari yang alami. Campuran dari karet, fiber sintetik dan pasir, lapangan buatan tidak membutuhkan perawatan yang konstan. Sehingga rumput imitasi ini kualitasnya lebih tahan lama dan dari segi biaya perawatan lebih hemat dibandingkan rumput alami. Selain itu pemakaiannya lebih berguna di negara-negara dengan kondisi musim yang buruk atau curah hujannya tinggi.Karena lebih kuat dibandingkan rumput alami, tidak menutup kemungkinan lapangan juga bisa digunakan sebagai tempat konser. Tentu ini berarti bisa menambah pemasukan bagi klub sepakbola. Pimpinan Eksekutif Lars-Christer Olsson mengungkapkan penggunaan lapangan buatan akan segera direalisasikan di kompetisi Liga Champions dan Piala UEFA, tidak ketinggalan untuk kualfikasi kejuaraan Eropa. FIFA sendiri juga mendukung lapangan buatan. Federasi sepakbola dunia ini telah memperkenankan 16 pabrik rumput buatan memasang produknya di 80 stadion, termasuk di wilayah Eropa seperti Almelo (Belanda), Dunfermline (Skotlandia), Orebro (Swedia) dan Salzburg (Austria).Cedera luka bakarMeski demikian, masih banyak orang yang keberatan pemakaian rumput buatan. Salah satunya seorang profesor Amerikas Serikat, Timothy Gay dari Universitas Nebraska-Lincoln. Dari penelitiannya, Gay mengungkapkan kalau pemain American Football lebih menyukai bermain di lapangan alami. Cedera malah lebih banyak diderita oleh pemain yang bertarung di atas permukaan rumput sintetik."Tingkat cedera di atas rumput buatan lebih besar dibandingkan rumput alami. Sudah banyak tim yang mengganti rumput buatan dengan alami setelah pemain-pemainnya cedera berat, pemain NFL lebih suka rumput alami," jelas Gay yang juga mengarang buku 'Football Physics: The Science of the Game'.Diungkapkannya, cedera diakibatkan bermain di rumput sintetik dimulai dari luka ringan, luka bakar tingkat dua hingga telapak tangan melepuh. Cedera luka bakar sempat dialami seorang pemain ketika ia melakukan diving di atas permukaan rumput buatan berjenis AstroTurf. (erk/)











































