Blatter Ingin Pelaku Rasis Dipermalukan di Depan Publik

Blatter Ingin Pelaku Rasis Dipermalukan di Depan Publik

- Sepakbola
Senin, 20 Des 2004 11:13 WIB
Jakarta - Gerah dengan insiden rasis yang terjadi di pertandingan Spanyol vs Inggris lalu, FIFA ingin para pelaku rasis dihukum berat. Misalnya adalah dipermalukan di muka publik. Demikian diungkapkan oleh Presiden FIFA Sepp Blatter usai pertemuan komite eksekutif badan sepakbola dunia ini di Zurich. Menurut Blatter, mempermalukan para pelaku rasis di depan publik perlu agar mereka jera dengan perbuatannya. "Saya tak bisa mengatakan sanksi macam apa yang harus diberikan kepada para pelaku rasis karena saya tak ingin menginterfensi wewenang komite disiplin FIFA.""Namun saya yakin kalau terjadi hal tersebut maka kami harus menghentikan pertandingan, mengidentifikasi orang yang melakukan itu, kemudian membawa mereka ke tengah lapangan guna menerima "hukuman" dari para penonton," katanya seperti dilansir Reuters, Senin (20/12/2004). Ditambahkan Blatter, Inggris adalah salah satu negara yang paling mungkin menerapkan ini untuk pertama kali. Pasalnya mereka telah memiliki alat identifikasi paling efektif yaitu kamera video. "Saya tahu kalau di Inggris anda memiliki kamera video di setiap pertandingan. Oleh karenanya anda bisa segera mengidentifikasi para pelaku dan mengirim mereka ke tengah lapangan," katanya. Jika "hukuman" belum tergolong berat, Blatter mengatakan kalau para pelaku rasis seharusnya dihukum larangan datang ke stadion untuk selamanya."Kami tak ingin menjadi juri, namun saya telah katakan kalau satu-satunya pihak yang boleh menghentikan pertandingan adalah wasit dan komisi pertandingan," imbuhnya. Proposal ini diungkapkan Blatter menyusul insiden rasis yang terjadi ketika berlangsung laga persahabatan antara Spanyol vs Inggris beberapa waktu lalu. FIFA sendiri mengungkapkan kalau pihaknya akan mengumumkan hukuman kepada Federasi Sepakbola Spanyol paling lambat hari Senin malam ini. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads