Sagnol, yang saat ini melatih Bordeaux, dalam wawancaranya dengan harian lokal Sud Ouest mengeluarkan sebuah opini yang kemudian dianggap sebagai pandangan rasialis.
"Keuntungan merekrut pemain tipikal Afrika adalah dia tidak mahal. Secara umum dia siap bertarung dan kuat di lapangan. Tapi sepakbola bukan cuma itu, melainkan juga soal teknik, intelejensia, dan kedisiplinan," demikian pernyataan Sagnol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Ucapannya) itu merusak, seakan-akan 'para pemain Afrika' kurang kualitas ini atau itu," sahut Thuram.
Sebuah organsiasi bernama SOS Racisme juga mengeluarkan sikap atas ucapan Sagnol itu dan meminta federasi sepakbola Prancis dan otoritas Liga Prancis, serta menteri olahraga setempat, mengambil tindakan.
Bordeaux sendiri membela pelatihnya itu. Presiden klub, Jean-Louis Triaud mengatakan bahwa interpretasi atas ucapan Sagnol itu terlalu bermuatan "kedengkian".
Dilansir Reuters, Rabu (5/11/2014), pada bulan November tahun 2011 pelatih timnas Prancis Laurent Blanc juga pernah mendapat kecaman saat menghadiri sebuah pertemuan federasi, ketika membahas soal kuota pemain-pemain muda (berdarah) Arab dan Afrika di negara tersebut. Tapi ia dinyatakan bersih dari tuduhan diskriminatif setelah pemerintah turun tangan.
Sagnol (37), yang pernah sembilan tahun bermain untuk Bayern Munich, sedang melakoni musim pertamanya sebagai pelatih tim profesional. Di tangan dia, Bordeaux saat ini menduduki peringkat keempat di klasemen sementara Ligue 1.
(a2s/cas)











































