Beberapa waktu lalu, FIFA mengumumkan 23 pemain yang jadi kandidat peraih Ballon d'Or. Neuer dan Robben termasuk di dalamnya, bersama nama-nama tenar lain seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Gareth Bale, Paul Pogba, dan sebagainya.
Neuer musim lalu mengantarkan Bayern jadi juara Bundesliga dan DFB-Pokal. Di level internasional, kiper 28 tahun itu berperan besar mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014.
Sementara itu, Robben musim lalu tampil impresif bersama Bayern dan membantu timnas Belanda menempati peringkat ketiga di Piala Dunia.
"Apa yang bisa saya katakan? Bagi saya, Manuel Neuer atau Arjen Robben harus memenanginya, cuma ada dua pandangan," ujar Ribery dalam wawancaranya dengan Sport Bild.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ribery, penilaian untuk Ballon d'Or tak lagi fair. Sebagai konsekuensinya, kata dia, pemain yang mendapatkan penghargaan bukan lagi pemain dengan performa paling menonjol di atas lapangan.
"Bola emas untuk pemain terbaik? Saya tak lagi percaya itu. Pada tahun 2006, (Fabio) Cannavaro menjadi pemenang -- karena dia adalah juara dunia. Itu saja," ujarnya.
Ribery sendiri tahun lalu juga masuk nominasi peraih Ballon d'Or. Akan tetapi, yang akhirnya membawa pulang penghargaan adalah Ronaldo. Ribery cuma berada di posisi ketiga di belakang Ronaldo dan Messi.
"Saya belajar banyak soal Ballon d'Or dalam acara seremoni. Ketika saya tiba, saya menoleh ke istri saya dan berkata 'lihatlah bagaimana aku kalah'," tutur Ribery.
"Saya melihat Sepp Blatter memeluk Cristiano Ronaldo dan melihat bagaimana seluruh keluarganya ada di sana. Saya tidak bodoh," tambahnya.
"Jelas dia akan memenanginya. Kalau tidak, dia tidak akan membawa seluruh keluarganya. Tahun ini akan sama," kata winger asal Prancis ini.
Saat ditanya apakah dia merasa cemburu karena tidak mendapatkan penghargaan Ballon d'Or, Ribery membantah.
"Saya tidak cemburu. Gelar ini sekarang tak berarti apa-apa untuk saya," kata dia.
(mfi/rin)











































