Korut tengah bersiap untuk berlaga di Piala Asia 2015 yang akan digelar di Australia pada 9-31 Januari. Tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Arab Saudi, dan China, Korut mengambil Canberra sebagai markasnya.
Tak lama setelah tiba di Australia, Korut menggelar sesi latihan di Leichhardt Oval di jantung kota Sydney, Selasa (6/1/2015), lalu. Sesi ini merupakan sesi terbuka dan diliput oleh sejumlah media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peraturan untuk meliput sesi latihan tersebut cukup ketat. Foxsports melaporkan bahwa para fotografer yang hadir harus tetap berada di belakang pagar sebelum para pemain memasuki lapangan. Setelah tim memasuki lapangan, para fotografer baru diperbolehkan untuk masuk.
Ke-22 pemain keluar dengan tenang dari dalam lorong ruang ganti. Saat mereka memasuki lapangan, para fotografer langsung mengambil gambar. Suara jepretan kamera tak henti terdengar saat momen tersebut.
Para pemain langsung berkumpul mengelilingi sang pelatih, Jo Tong-Sop. Dengan kepala sedikit menunduk dan tangan berada di belakang punggung, mereka mendengarkan instruksi dari pelatihnya itu. Namun, tak banyak yang bisa didengar dari mulut pria berusia 55 tahun itu. Suaranya amat lirih.
Sesi latihan berlanjut dengan pemanasan. Para pemain juga melakukan jogging, berlari-lari kecil mengelilingi lapangan. Tapi satu hal yang menonjol, suasana latihan terasa amat sunyi.
Latihan sebuah tim sepakbola normalnya berlangsung berisik. Entah itu suara dari pelatih yang meneriakkan instruksi di pinggir lapangan atau pemain yang berlatih sambil mengobrol santai atau bercanda. Tapi, pemandangan itu tak tampak di sesi latihan timnas Korut. Sesi latihan mereka benar-benar berlangsung sunyi.
Misteriusnya sesi latihan timnas Korut berlanjut dengan tidak adanya sesi yang melibatkan bola. Tak sekalipun pemain terlihat berlatih dengan bola.
Akhir dari sesi latihan itu pun bisa ditebak. Tidak ada sesi tanya jawab dengan tim yang dibuka bagi para pewarta.
Timnas Korut sudah menutup rapat mulutnya sejak tiba di Australia pada hari Selasa (6/1/2015) lalu. Usai seremoni penyambutan di hotel, tidak ada pemain yang bisa diwawancarai. Hanya seorang ofisial tim yang menemui wartawan dan menegaskan tekad mereka untuk menjadi juara.
Kiprah Korut di Piala Asia sejauh ini memang tidak terlalu menonjol. Capaian terbaik Korut adalah di tahun 1980 saat mereka mengakhiri turnamen dengan berada di peringkat keempat.
Korut akan mengawali langkahnya di Piala Asia 2015 dengan menghadapi Uzbekistan di Stadium Australia, Sydney, Sabtu (10/1/2015).
(nds/din)











































