Laga Sempat Rusuh, Grant pun Risaukan Keselamatan Pemain Ghana

Laga Sempat Rusuh, Grant pun Risaukan Keselamatan Pemain Ghana

- Sepakbola
Jumat, 06 Feb 2015 06:43 WIB
Laga Sempat Rusuh, Grant pun Risaukan Keselamatan Pemain Ghana
AFP/Issouf Sanogo
Malabo -

Laga semifinal Piala Afrika 2015 antara Ghana melawan tuan rumah Guinea Ekuatorial sempat dilanda kerusuhan penonton. Hal itu pun membuat pelatih Ghana Avram Grant mengkhawatirkan keselamatan para pemainnya.

Ghana memastikan tiket final usai menang 3-0 atas tim tuan rumah di Nuevo Estadio de Malabo, Malabo, Jumat (6/2/2015) dinihari WIB. Hasil itu lalu memicu meledaknya amarah para suporter tuan rumah saat laga menyisakan delapan menit di waktu normal.

"Ini kali pertama saya terlibat dalam turnamen ini. Saya tak tahu apa yang terjadi. Saya melihat sesuatu di lapangan, insiden tertentu atau aksi kekerasan," aku Grant di Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tentu risau, saya peduli dengan keselamatan para pemain saya, itu amat penting buat saya," lanjut pria yang di antaranya pernah menangani klub top Inggris Chelsea tersebut.

Dalam insiden tersebut pihak kepolisian harus menembakkan gas air mata untuk meredam para suporter tuan rumah sementara suporter Ghana, yang dikumpulkan ke salah satu sisi stadion, sampai berlarian ke lapangan untuk berusaha menghindari lemparan botol dan kaleng air mineral.

Sebuah helikopter juga harus diterbangkan ke atas stadion dalam upaya menenangkan suporter yang mengamuk. Setelah 30 menit, laga baru bisa dilanjutkan kembali.

"Saya sedih dengan tingkah laku suporter di sini," sesal Pelatih Ghana Ekuatorial Esteban Becker.

"Mengenai tindakan para penonton, saya belum pernah mengalami itu. Saya ingin minta maaf, itu sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya," tutur kapten Ghana Ekuatorial Emilio Nsue, yang juga turun tangan menenangkan suporter saat kerusuhan.

(krs/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads