Noel Gallagher dikenal sebagai musisi andal dan juga penggila sepakbola. Memadukan dua dunia itu, Noel pun membentuk sebuah band khayalan berisikan empat figur ternama di dunia sepakbola.
Pria 47 tahun kelahiran Manchester yang membesarkan band Oasis dan juga suporter berat klub Manchester City tersebut punya syarat tersendiri untuk bisa mengisi band andai-andainya itu. Ia tak mau figur yang biasa.
"Banyak pesepakbola sekarang ini datar-datar saja--butuh karisma untuk bisa masuk band-ku," ceplos Noel kepada BBC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Lead guitar - Zinedine Zidane
|
Getty Images
|
Noel:
Gitaris utama harus punya daya sihir dan penyihir itu pastilah Zinedine Zidane. Ia akan memberi band ini sentuhan Prancis dan, sebagai pesepakbola, ia jenius sejati. Melihatnya bermain seperti menyaksikan seorang dirigen sedang memainkan sebuah simfoni dan, jika situasi membutuhkan aksi fisik, ia bahkan mungkin bisa menjadi pesepakbola favoritku juga.
Aku menyaksikan final Piala Dunia 2006 dan orang mengingat kartu merahnya, tapi malah melupakan penalti yang ia buat di pertandingan tersebut. Ia mengecoh kiper dan bolanya masuk ke gawang--itu butuh keberanian.
Aku juga hadir ketika ia mencetak sebuah penalti untuk mengalahkan Inggris di Piala Eropa 2004. Aku pernah melihat tayangannya, sebelum mengeksekusi penalti ia sempat muntah di lapangan. Luar biasa. Entah ia sedikit tak enak badan atau salah makan saat half time, tapi aku menghormatinya karena usai muntah ia tetap bisa mengirim bola ke pojok gawang.
Semua itu dan ia merokok 20 batang rokok sehari. Ia benar-benar rock 'n' roll sampai tulang sumsumnya, man!
2. Gitar bas - Patrick Vieira
|
Getty Images
|
Noel sebenarnya juga menyebut-nyebut gelandang tangguh lain, Roy Keane, yang juga pernah jadi rival sengit Vieira. Tetapi mantan pemain Manchester United tersebut dinilainya tak punya karakter pas.
Noel:
Pemain bass harus solid dan dapat diandalkan--sebuah karang tangguh. Aku ingin Patrick Vieira karena ia juga memiliki ritme. Aku sempat berpikir rival lama Vieira, Roy Keane, adalah salah satu pemain terhebat Premier League, tapi sekarang ia benar-benar nggak asyik.
Apa ia pernah tertawa lepas? Sepertinya jika ia pernah tertawa lepas atas sesuatu maka ia mesti mengecek dirinya ke rehabilitasi. Keane dulu merupakan seorang pemain hebat dan apa yang tak dimiliki United saat ini, itu sudah pasti. Seseorang yang habis-habisan menjalani pertandingan dan melecut maju timnya.
Tetapi aku tak mau ia ada dalam band-ku--ia kurang riang. Musik harus menyenangkan dan Anda tak bisa memiliki seorang pemurung di band. Oh, tidak, tak mungkin. Karakter-karakter ini harus padu di luar panggung, sebagaimana halnya sebuah tim sepakbola butuh semangat di ruang ganti. Dan tak mungkin menjalani tur dengan Roy Keane. Mustahil Anda mau satu bus dengannya.
Aku pun tak mungkin berada satu band dengannya (Keane). Antara aku atau dirinya. Aku harus cabut (kalau berada satu band dengan Keane).
3. Drum - Mario Balotelli
|
Getty Images
|
Penyerang tim nasional Italia yang pernah berseragam Lumezzane, Inter Milan, Manchester City, AC Milan, dan kini membela Liverpool itu bahkan disama-samakan Noel dengan saudara kandungnya, Liam Gallagher.
Noel:
Anda harus punya seorang tukang pamer di sektor drum dan sewaktu-waktu Mario juga bisa ikut nge-rap. Apalagi ia juga sudah seperti bintang rock modern.
Apakah dirinya merupakan sosok paling mirip dengan Liam Gallagher di Premier League? Oh, sudah pasti. Ia sedikit gila, sedikit tak dapat diandalkan, dan sedikit flamboyan. Anda takkan pernah tahu bagaimana gaya rambutnya dari satu hari ke hari lainnya. Ia juga menikmati kehidupannya di media sosial dan jelas amat buruk dalam menulis lagi--padukan semuanya dan ia bisa jadi kembaran Liam.
Mario adalah seorang karakter menarik, tapi ketika bermain buat City ia tak pernah benar-benar bisa diharapkan untuk menjadi penentu dalam pertandingan. Ia lebih mungkin bikin gol ketiga atau keempat dalam kemenangan 5-0. Satu gol menggunakan bahunya dan gol lain dengan tembakan tumit yang membuat bola melewati kiper.
Apapun, aku dulu menyukainya dan masih tetap begitu. Aku masih suka berpikir pada satu waktu ia akan kembali ke City.
4. Vokal - George Best
|
Getty Images
|
Nama Eric Cantona, yang jadi bintang MU periode 1992β1997, sebenarnya juga disebut-sebut oleh Noel yang sampai mengibaratkan mantan pemain tim nasional Prancis itu dengan album band kenamaan The Beatles. Namun, posisi vokalis akhirnya tetap jadi milik Best.
Noel:
Di band mana pun, Anda ingin seorang yang rupawan sebagai vokalis. Georgie merupakan frontman-ku karena ia adalah pesepakbola terhebat sepanjang masa dan ia juga terlihat keren--ia merupakan megabintang pertama dalam sepakbola.
Aku ingat ia pernah punya rumah kaca tak jauh dari kota Manchester, yang banyak disambangi turis. Pada satu hari Minggu Ayah dan ibu pernah membawa kami ke sana dan ada kerumunan besar di jalanan pedesaan yang sedang melongok-longok ke atas pagar untuk melihatnya sedang nonton TV.
Okelah ia memang bermain untuk Manchester United, tapi aku tak pernah bisa membencinya. Semua orang mencintainya. Sama seperti Eric Cantona. Semua suporter City juga menyukainya, ia salah satu pemain yang Anda harap pernah bermain untuk tim kesayangan Anda sendiri.
Aku suka Eric karena dia psychedelic sekali. Diibaratkan album, ia adalah Sgt. Pepper. Perilaku adalah sebuah komoditas langka dalam sepakbola atau musik, dan ia merupakan seseorang yang benar-benar berkarakter. Di masyarakat saja itu sudah langka, apalagi di sepakbola.
Mengenai pesepakbola yang aku suka, kepribadian sama pentingnya dengan klub mana yang mereka bela--ya, semacam itulah. Mengingat masa lalu aku mengagumi Cantona, aku menghargai kehebatannya. Tapi ketika ia ada di atas lapangan aku amat membencinya. Saat ia mencetak gol kemenangan buat City aku benar-benar ingin mematahkan kedua kakinya.
Halaman 2 dari 5










































