Cocu Mulai Sukses sebagai Pelatih

Cocu Mulai Sukses sebagai Pelatih

- Sepakbola
Senin, 20 Apr 2015 15:00 WIB
Cocu Mulai Sukses sebagai Pelatih
VI-Images via Getty Images
Eindhoven -

Phillip Cocu membuktikan dirinya juga hebat saat bekerja di belakang layar. Setelah sukses sebagai pemain, dia mulai meraih kesuksesan sebagai pelatih.

Cocu baru saja memberikan gelar Eredivisie musim ini untuk PSV Eindhoven. Pria asli Eindhoven itu berhasil menyudahi puasa gelar liga PSV yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Bagi Cocu, itu adalah gelar kedua yang dia raih sebagai pelatih. Sebelumnya, dia mempersembahkan titel Piala Belanda untuk PSV pada musim 2011/2012. Tapi, saat itu dia masih berstatus caretaker.

Saat masih aktif sebagai pemain, nama Cocu melejit saat membela PSV pada periode 1995-1998. Dia kemudian hijrah ke Spanyol dan bergabung dengan klub favoritnya, Barcelona. Di Barca, dia bertemu pemain-pemain Belanda lainnya seperti Michael Reiziger, Frank de Boer, Patrick Kluivert, dan Boudewijn Zenden yang bahu-membahu di bawah polesan pelatih Louis van Gaal. Selama memperkuat Blaugrana, dia cuma meraih satu gelar, yaitu La Liga 1998/1999.

Cocu meninggalkan Barca pada 2004 dan kembali memperkuat PSV. Kendati saat itu usianya sudah tidak muda lagi, Cocu masih sanggup berkontribusi penting dan menyumbangkan tiga gelar Eredivisie secara beruntun.

Cocu gantung sepatu pada 2008 setelah semusim bermain di klub Uni Emirat Arab, Al Jazira. Dia kemudian pulang ke Belanda untuk menimba ilmu kepelatihan. Cocu selanjutnya bekerja di beberapa tim muda PSV.

Cocu juga sempat bekerja di timnas Belanda dan menjadi asisten pelatih kepala Bert van Marwijk. Dia, bersama Van Marwijk dan Frank de Boer, mengantarkan Oranje ke final Piala Dunia 2010.

Cocu menjadi caretaker PSV pada Maret 2012 menyusul pemecatan Fred Rutten. Meski cuma beberapa bulan memimpin tim, dia berhasil memberi gelar Piala Belanda. Pada musim berikutnya, PSV memilih Dick Advocaat sebagai pelatih tetap, sedangkan Cocu beralih ke tim U-19.

Cocu ditunjuk sebagai pelatih kepala PSV pada 2013. Keputusan PSV tersebut terbukti tepat karena Cocu berhasil membawa PSV mengakhiri dominasi Ajax Amsterdam di Eredivisie pada musim ini.

Di bawah polesan Cocu, PSV tetap tangguh meski tim utama mereka didominasi pemain muda. Cocu sukses memoles bintang-bintang belia seperti Memphis Depay, Georginio Wijnaldum, Adam Maher, dan Jetro Willems. Depay hingga saat ini masih tercatat sebagai top skorer Eredivisie dengan 19 gol.

Cocu, yang kini berusia 44 tahun, kemungkinan besar harus menghadapi beberapa masalah serius pada musim panas mendatang. Dia saat ini terancam kehilangan beberapa pemain andalannya. Depay dan Wijnaldum santer dikabarkan sedang diincar klub-klub top Eropa. Adapun Karim Rekik yang jadi andalan di lini belakang masih terikat kontrak dengan Manchester City dan harus kembali saat masa peminjamannya selesai..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, Cocu kemungkinan akan bertemu ujian yang lebih berat pada musim depan. Dia akan menghadapi mantan rekan setimnya di timnas Belanda yang juga sudah beralih profesi menjadi pelatih. De Boer, yang sebelumnya meraih empat gelar liga beruntun bersama Ajax, tentu tak mau dikalahkan Cocu lagi. Ancaman juga mungkin datang dari Feyenoord, yang mulai musim depan akan dilatih oleh Giovanni van Bronckhorst.

(mfi/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads