FIFA Diincar FBI, Blatter Sudah Lama Tak ke AS

FIFA Diincar FBI, Blatter Sudah Lama Tak ke AS

Andi Abdullah Sururi - Sepakbola
Rabu, 27 Mei 2015 14:49 WIB
FIFA Diincar FBI, Blatter Sudah Lama Tak ke AS
AFP
New York - Ada data menarik terkait keterlibatan FBI untuk menguak dugaan berbagai skandal kejahatan FIFA. Sepp Blatter sudah cukup lama tidak pernah berkunjung ke Amerika Serikat.

Adalah wartawan ESPN Jeremy Schaap yang menurunkan sebuah laporan di bulan Mei ini, bahwa Blatter belum lagi datang ke Amerika sejak tahun 2011. Diduga ia takut ditangkap karena organisasi yang dipimpinnya sudah lama terindikasi melakukan banyak penyelewengan, termasuk pencucian uang di Negeri Paman Sam.

Blatter tidak pernah lagi mengunjungi Amerika semenjak salah satu mantan pejabat teras FIFA, Chuck Blazer, berhasil didekati FBI dan kemudian banyak membantu investigasi yang mereka lakukan sejak tahun 2011. Blazer adalah petinggi teras federasi sepakbola AS yang juga anggota Komite Ekekutif FIFA dari 1996 sampai 2013, serta mantan sekjen CONCACAF.

Dilansir New York Daily News, Blazer hidup mewah semasa menjadi pejabat CONCACAF, yang berkantor di Menara (Donald) Trump, tempat ia bertahun-tahun lamanya bekerja dan berkawan dekat dengan presiden organisasi tersebut, Jack Warner, yang berasal dari Trinidad & Tobago. Mereka terdepak dari CONCACAF setelah pecah kongsi di tengah isu skandal suap untuk pemilihan FIFA di tahun 2011, yang dimenangi oleh Blatter.

Sejak itu Blazer mulai didekati FBI dan kemudian kooperatif. Ia diam-diam membantu investigasi federal dengan merekam obrolan sejumlah petinggi FIFA saat berlangsungnya Olimpiade 2012, di sejumlah kota termasuk New York. Dia diyakini telah memberi cukup banyak informasi kepada FBI terkait perputaran uang "haram" di FIFA.

Blazer, yang sakit serius sejak tahun lalu dan dirawat di sebuah rumah sakit di New York, terdepak dari kursi Komite Eksekutif FIFA di tahun 2013.

FIFA dalam penyelidikan banyak pihak karena diduga terlibat dalam sejumlah jenis kejahatan uang seperti penyelewengan pajak, money laundry, pemerasan, dan penyuapan -- yang semakin mencuat terkait pemilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Sepp Blatter (79), yang sudah memimpin FIFA sejak 1998, masih mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan akhir bulan ini di Zurich. Lawannya adalah Pangeran Ali dari Yordania.

Baru-baru ini 6 pejabat tinggi FIFA ditangkap otoritas Swiss pada dinihari di sebuah hotel mewah di Zurich, ketika sebagian dari mereka sedang tertidur. Penangkapan itu dilakukan atas kerja sama dengan FBI, yang rencananya akan menggelar konferensi pers hari ini. (Andi Abdullah Sururi/Femidiah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads