Hodgson ditunjuk menjadi pelatih Inggris sedari 2012 di mana Piala Eropa tahun itu jadi turnamen besar pertamanya. 'Tim Tiga Singa' cuma sampai perempatfinal sebelum kalah adu penalti dari Italia.
Di Piala Dunia 2014 lalu Hodgson gagal total setelah Inggris tersingkir lebih dini di fase grup. Meski demikian Hodgson selamat dari pemecatan dan FA memutuskan untuk melanjutkan kerjasama dengan pelatih 67 tahun itu hingga Piala Eropa tahun depan.
Dengan sisa kontrak setahun, masa depan Hodgson bisa jadi akan terus jadi spekulasi hingga ada keputusan pasti soal kelanjutan kariernya. Hodgson sendiri juga bukan figur yang populer-populer amat di mata sebagian fans Inggris yang menilainya tak cukup oke untuk jadi pelatih tim nasional mereka.
Ketika ditanya apakah dirinya mau lanjut menjadi pelatih Inggris atau tidak, Hodgson menyerahkan segala keputusan akhir kepada FA dan utamanya fans Inggris.
"Saya tertarik untuk bertahan lebih lama lagi, tapi pertama-tama FA memang menginginkan itu dan begitu juga dengan fans Inggris," ujar Hodgson seperti dikutip Soccerway.
"Sven (Goran Eriksson) dan Fabio (Capello) begitu dipuja-puja ketika sebuah turnamen akan dimulai, tapi setelah turnamen semua orang bilang 'Oh Tuhan, kami tidak ingin dia menjadi pelatih kami dua tahun lagi'."
"Saya tidak ingin itu ketika saya berumur 68 atau 69 tahun," sambungnya.
"Saya bahagia melakukan pekerjaan itu saat ini. Saya ingin terus melanjutkannya jika saya memang diizinkan untuk melakukannya. Namun, jika saya merasa tidak ingin dan memang sudah waktunya untuk mundur, maka saya akan mundur."
Selama tiga tahun menjadi pelatih Inggris, Hodgson meraih 22 kemenangan, 12 imbang, dan lima kekalahan.
(Mohammad Resha Pratama/Novitasari Dewi Salusi)











































