Kedua kesebelasan tersebut dihadapkan dalam partai perempatfinal turnamen yang tahun ini dilangsungkan di Chile itu. Brasil dan Chile akan memperebutkan satu tiket ke semifinal dalam laga tanggal 27 Juni mendatang.
"Ramon merupakan seorang pelatih berpengalaman, ia sudah menikmati kesuksesan di sejumlah tempat berbeda seperti River Plate dan Monaco," kata Dunga seperti dikutip Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan menjadi sebuah pertandingan yang berimbang. Akan seperti sebuah pertandingan final," ucap Dunga.
Pada Copa America sebelumnya, langkah Brasil dihentikan Paraguay ketika kedua tim berhadapan di perempatfinal. Saat itu Paraguay menang di babak adu penalti dari Brasil setelah bermain imbang selama 120 menit.
"Kami tak bisa memutar kembali waktu. Apa yang telah terjadi di Copa America lalu sudah lewat. Kami tidak ada di sana waktu itu, kami ada di sini sekarang," tegas Dunga.
Paraguay yang dua tahun lalu menyingkirkan Brasil juga tampak tangguh tahun ini. Itu setidaknya terindikasi dari keberhasilan menahan imbang dua tim favorit, Uruguay dan Argentina, di fase grup. Saat menghadapi Argentina, Paraguay bahkan sempat tertinggal dua gol.
"Paraguay telah memperlihatkan kekuatannya saat melawan Argentina di pertandingan pertama mereka," tutur Dunga.
(krs/raw)











































