Jelang MU vs Milan
Bukan Dendam Stam pada Fergie
Rabu, 23 Feb 2005 11:32 WIB
Jakarta - Sudah rahasia umum bertahun-tahun lalu bahwa Alex Ferguson adalah otak "pengusiran" Jaap Stam dari Old Trafford. Tapi Stam takkan membonceng AC Milan untuk menuntaskan sebuah dendam.Rabu (23/2/2005) malam ini Milan akan dijamu Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Inilah kali pertama Stam mengunjungi Old Trafford sejak musim panas 2001, sewaktu ia dilempar ke Italia.Efek penjualan Stam ke Lazio -- di awal musim ini pindah ke Milan -- sempat menjadi topik bahasan menarik di Inggris, dan kini menghangat lagi. Banyak orang memaklumi bahwa kasus inilah yang menguatkan citra Fergie sebagai sosok yang arogan -- arogan tapi sangat sukses. Konon Fergie berhasil memboyong Stam ke Inggris setelah melakukan pendekatan ilegal kepada yang bersangkutan agar mau meninggalkan PSV Eindhoven. Lalu keduanya melahirkan simbiosis mutualisme: karir Stam kian menjulang, tropi buat Fergie pun mengalir lebih deras. Selama empat musim Stam bercokol di sana The Red Devils mampu mendulang tiga titel liga, termasuk treble di tahun 1999.Tapi mendadak pada bulan Agustus 2001 Stam dinyatakan dilego ke Lazio. "Waktu itu saya bahkan baru memesan kitchen set baru. Tapi jika klub ingin menjual anda, tak ada yang bisa anda lalukan. Anda memang dapat dijual seperti ketel air," kenang Stam.Ketika itu Fergie menjelaskan bahwa alasan dirinya melepas Stam dikarenakan pemain bertubuh tinggi besar itu dianggap sudah lewat masa hebatnya. Lucunya, ia malah mendatangkan pemain yang lebih gaek daripada Stam, yakni eks kapten Prancis, Laurent Blanc. Apa akibatnya? Di musim pertama MU tanpa Stam, tidak ada satupun tropi yang bisa dibawa ke Old Trafford. Orang bilang, Fergie baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam karirnya. Belum lama ini Fergie ditanya, pernahkah menyesal telah menjual seorang pemain ketika penampilannya masih sangat bagus. "Tidak," jawabnya. Tapi waktu disebut nama Stam ia bilang, "Ia masih muda sewaktu pergi dari sini dan mampu meraih sukses di Italia. Saya tidak heran."Beralih ke Stam, bahwa ia pernah dicampakkan Fergie bukanlah sebuah dendam terpendam. Ia menyadari demikianlah dunia sepakbola dewasa ini adalah sebuah dunia yang sudah bergandengan tangan dengan mesin industri."Orang selalu saja mencoba mengonfrontasikan masalah ini, tapi saya selalu meredamnya. Untuk apa? Tidak ada gunanya. Saya tahu saya telah membuat kesalahan, mereka juga," ungkapnya. "Di dunia industri mana seorang karyawan yang baik bisa melawan keingingan-keinginan mereka?"Jadi, partai malam nanti tetap disambut Stam dengan positif. Sejak meninggalkan Manchester ia tak pernah lagi bertemu atau berbicara dengan Fergie dan ofisial lain di MU. "Tapi saya masih punya beberapa teman di sana. Mereka juga bilang saya takkan dicemooh penonton. Sebaliknya, saya berharap memperoleh tepuk tangan dan sambutan hangat." (a2s/)











































