Rijkaard yang Sekarang Lebih Tenang

Jelang Barcelona vs Chelsea

Rijkaard yang Sekarang Lebih Tenang

- Sepakbola
Rabu, 23 Feb 2005 13:18 WIB
Jakarta - Lupakan gambaran Frank Rijkaard yang dulu pernah meludahi Rudi Voeller. Rijkaard sekarang adalah sosok yang lebih tenang, yang senantiasa menghindari konfrontasi di depan publik.Gayanya yang terlihat kalem di pinggir lapangan berbeda jauh dengan sepak terjangnya sewaktu masih merumput. Meskipun tetap terkesan jarang bicara, tapi pria Belanda itu tak kenal kompromi dalam bertarung dengan setiap pemain lawan.Tapi masa muda itu telah lewat. Rijkaard kini sudah berusia 42 tahun dan tengah menggeluti profesi yang membutuhkan emosi lebih matang ketimbang sebagai pemain. Dan Rijkaard memilih menjadi pelatih yang berkepala dingin, mungkin agar otaknya tidak melulu terbakar.Pada Desember 2003 ia pernah digayang habis-habisan oleh pers Catalunya, usai Barcelona dipecundangi Real Madrid di Nou Camp. Ia divonis 'bersalah' dan dicap pengecut karena tidak menguatkan barisan lapangan tengahnya."Saya tidak merasa sakit dibegitukan mereka. Saya bahkan merasa telah menyiapkan lini tengah tim kami lebih dari biasanya. Saya tetap percaya pada pilihan itu. Sekarang orang-orang ini saya bicara banyak tentang Chelsea. Tapi tidak, biar saya begini saja," ungkapnya dikutip Guardian."Saya belum pernah bertemu dengannya," jawab Rijkaard soal pelatih Chelsea Jose Mourinho. "Yang saya tahu adalah yang kita lihat di TV atau terbaca dari koran. Pers di sini sangat tertarik padanya karena dia pernah bekerja di sini (sebagai asisten pelatih)."Rijkaard juga tidak terpancing dengan upaya melakukan psywar menjelang pertemuan kedua tim di Nou Camp, Rabu (23/2/2005) malam ini. Perang kata-kata, katanya, bukanlah sebuah permainan yang menarik buat dirinya.Sewaktu dipancing dengan ocehan Mourinho, bahwa Barcelona tak punya pesaing di Liga Spanyol, sedangkan The Blues mesti menghadapi Manchester United dan Arsenal, ia hanya bilang, "Oh ya? Kalau begitu biarlah dia melihatnya demikian." "Saya belum bisa bilang saya menyukainya. Bagaimana kita benar-benar bisa menilai seseorang sebelum bertemu langsung? Dalam beberapa minggu ini mungkin saja. Saya tahu dia sangat sukses, tapi kami akan mempelajari dirinya dan timnya." Sekali lagi, Rijkaard tidak menyerang, tapi untuk memuji ia bisa melakukannya. Ia tidak mungkin berbeda dengan pandangan umum bahwa Chelsea adalah sebuah tim yang sangat kuat, dihuni banyak pemain hebat, dan ditangani pelatih brilian. Tapi ia tak pernah silau dengan sebuah nama."Saya tak bereaksi berlebihan sewaktu dalam undian Barca bertemu Chelsea. Sebelumnya saya pernah mengatakan tak jadi soal siapapun calon lawan kami. Jika sudah sampai babak 16 besar tak ada perbedaan mencolok antara tim A dan tim B. Tapi mungkin lebih baik memang melawan Chelsea. Dalam pertarungan dua tim besar, pemain-pemain Anda akan lebih berkonsentrasi." Begitulah kira-kira Rijkaard yang sekarang. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads