Sepanjang 2015 ini Les Bleus sudah menjalani empat partai friendly dengan hasil satu kemenangan, 2-0 atas Denmark pada 29 Maret, dan tiga kekalahan. Yang pertama adalah ketika tunduk 1-3 dari Brasil, tiga hari sebelum menang atas Denmark. Setelah itu, pada dua laga terakhir, Prancis kalah 3-4 dari Belgia di kandang sendiri dan secara mengejutkan tunduk dari Albania 0-1.
Pelatih Didier Deschamps pun merasa mesti melakukan evaluasi atas kinerja buruk timnya. Dia tidak mau saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016, Prancis malah tampil memble.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deschamps enggan menyalahkan para pemainnya. Tidak perlu juga sampai memberikan hukuman. Sebab, hal terpenting bagi Prancis saat ini adalah membangun momentum, kepercayaan, dan agresivitas dalam bermain. Apalagi, suasana kompetitif saat bertanding di laga uji coba memang berbeda dengan laga-laga kualifikasi atau turnamen besar.
'Tim Ayam Jantan' sendiri kini mengandalkan kombinasi Karim Benzema dan Nabil Fekir di lini serang. Karim Benzema kembali ke tim setelah absen selama Juni. Sementara Fekir yang baru empat kali membela Prancis, sekali lagi diharapkan menunjukkan ketajaman setelah penyerang Olympique Lyon itu mencetak gol debutnya pada laga melawan Belgia.
"Hal terpenting, memainkan pemain berkualitas di posisi yang mereka merasa paling nyaman. Bagaimanapun, memainkan dua penyerang sangat sulit. Saya masih punya waktu untuk melihat formula dan gabungan yang pas," kata Deschamps dilansir situs FFF.
Sementara itu Portugal tentu ingin membalas kekalahan 1-2 dari Prancis di perjumpaan kedua tim, Oktober 2014. Terlebih, saat ini mereka berlaga di kandang sendiri. Tentu, mereka tidak mau dapat malu di hadapan pendukung setia mereka.
Pelatih Fernando Santos tahu betul kualitas yang anak asuhnya punya. Dia merasa, timnya layak meraih sesuatu yang spesial. Apa yang Portugal tampilkan pada Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2014, membuat dia optimistis mendapat kesuksesan.
"Saya merancang target memenangi Piala Eropa dan supaya itu terwujud, kami harus membuat tim yang mampu tiba di Prancis pada 2016 dengan segala proses yang berjalan mulus," seru Santos kepada Record.
Kolektivitas tim menjadi fokus perhatian Santos. Dia enggan Portugal mengandalkan kemampuan individu Cristiano Ronaldo belaka. Saat Portugal menang 1-0 atas Italia pada Juni lalu, dia mengapresiasi tinggi kerja sama yang Nani, dkk. perlihatkan. Dalam enam laga terakhir, Seleccao das Quinas menang lima kali tanpa pernah kalah.
Sepanjang sejarah, kedua negara berhadapan dalam 24 perjumpaan. Prancis sukses menang 17 kali. Sementara hanya lima laga yang berakhir kemengan bagi Portugal. Setelah laga ini, Prancis bakal menghadapi Serbia, Senin (8/9) sedangkan Portugal melanjutkan kiprah mereka di kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan bertandang ke Albania. Saat ini, Portugal memuncaki Grup I dengan koleksi 12 poin.
(krs/mrp)











































