Meski Tengah Hadapi Proses Pidana, Blatter Takkan Mundur

Meski Tengah Hadapi Proses Pidana, Blatter Takkan Mundur

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 28 Sep 2015 23:35 WIB
Meski Tengah Hadapi Proses Pidana, Blatter Takkan Mundur
Getty Images/Kommersant Photo
Zurich -

Meski tengah menghadapi proses pidana, Sepp Blatter menegaskan tak akan mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA. Blatter membantah bahwa dia telah melakukan tindakan kriminal.

Beberapa hari lalu, Kantor kejaksaan Swiss mengungkapkan ada dugaan kesalahan kelola dan penyelewengan terkait kesepakatan hak siar televisi. Hak siar televisi ini ditandatangani Blatter pada 2005 bersama dengan mantan Ketua Asosiasi Sepakbola Karibia Jack Warner.

Kontrak tersebut dinilai tak menguntungkan untuk FIFA. Di lain sisi, ada dugaan bahwa Blatter juga melanggar tugas fidusianya dan bertindak melawan kepentingan FIFA dan/atau Divisi Pemasaran dan TV FIFA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Blatter juga diduga mengirimkan dua juta francs Swiss atau hampir 30 miliar rupiah untuk Presiden UEFA Michel Platini, yang sempat difavoritkan untuk jadi suksesornya pada 2011 silam. Dalam pernyataannya, Jaksa Agung Swiss menyebut dana ini dengan istilah 'disloyal paymet'.

Penyelidikan pun dimulai per tanggal 24 September kemarin dan dengan adanya investigasi, maka Blatter mau tak mau harus mundur segera dari jabatannya agar tidak makin merusak kredibilitas FIFA, yang jatuh pasca penangkapan sejumlah petingginya beberapa bulan lalu.

Meski demikian, Blatter enggan melakukan itu dan bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah. Uang sebesar Rp 30 miliar yang diberikan kepada Platini pun dianggapnya sebagai uang jasa Platini sebagai penasihatnya pada 1999 hingga 2002.

"Presiden Blatter sudah berbicara kepada staf FIFA hari ini dan memberitahukan kepada mereka bahwa dia akan bekerjasama dengan pihak berwenang, memastikan bahwa dia tidak melakukan tindakan ilegal atau terlarang sama sekali, serta memastikan bahwa dia akan tetap menjadi presiden FIFA," demikian pernyataan dari kuasa hukum Blatter seperti dikutip Soccerway.

"Terkait masalah Platini, presiden Blatter pada hari Jumat lalu sudah memberikan dokumen kepada pihak berwenang di Swiss bahwa Tuan Platini memang punya hubungan kerja dengan FIFA sebagai penasihat di awal kepemimpinan Blatter pada 1998. Dia sudah jelaskan itu kepada jaksa bahwa pembayaran itu adalah sah dan tidak lebih dari itu, serta tercatat dalam pembukuan FIFA, termasuk kontribusi untuk jaminan keamanan."

"Presiden Blatter tidak akan menjawab pertanyaan apapun saat ini terkait proses investigasi yang masih berjalan."

Blatter sendiri sebelumnya menyatakan akan mundur dari jabatan presiden FIFA pada awal Juni lalu sampai terpilihnya Presiden baru. Langkah ini diambil setelah munculnya tekanan besar kepadanya menyusul gonjang-ganjing di FIFA. Kongres Luar Biasa untuk memilih presiden baru akan digelar pada Februari 2016 mendatang.

(mrp/rin)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads