Striker Real Madrid dan timnas Prancis, Karim Benzema, didakwa terlibat dalam kasus pemerasan video seks. Namun, pengacara Benzema, Sylvain Cormier, tetap menegaskan bahwa kliennya itu tidak terlibat.
Kasus tersebut bermula dari laporan gelandang tim nasional Prancis, Mathieu Valbuena, yang mengaku diperas oleh seseorang pada bulan Juni 2015.
Sang pemeras meminta Valbuena untuk membayar 150 ribu euro (Rp 2,2 miliar) atau video seks-nya disebar di internet. Penyelidikan pun resmi dilakukan pada bulan Juli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga orang tersebut mendekati Benzema, via teman masa kecil penyerang berusia 27 tahun itu, dengan tujuan minta dihubungkan ke Valbuena. Suratkabar Le Parisien mengabarkan, penyelidik menduga bahwa Benzema menyarankan kepada Valbuena agar membayar saja uang yang diminta si pemeras.
Awalnya, Benzema hanya dimintai keterangan. Namun, Kantor Kejaksaan Versailles menyatakan bahwa Benzema didakwa bersalah pada hari Kamis (5/11) waktu setempat.
Kendati demikian, Cormier tetap menegaskan bahwa Benzema tidak terlibat. "Benzema menyatakan dirinya tak bersalah. Dia teman Valbuena, dan ikut merasa susah karena masalah ini," ujar Cormier kepada Marca.
"Dia tidak ikut memeras sama sekali. Dia akan menunjukkan itikad baiknya dan berharap bisa melakukan itu sesegera mungkin," kata Cormier.
(roz/rin)











































