Ballon d'Or 2015 Sisakan Rasa Heran untuk Pogba

Ballon d'Or 2015 Sisakan Rasa Heran untuk Pogba

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 12 Jan 2016 12:52 WIB
Ballon dOr 2015 Sisakan Rasa Heran untuk Pogba
Getty Images Sport/Matthias Hangst
Zurich - Gelandang Juventus Paul Pogba menyimpan keheranan tersendiri untuk ajang FIFA Ballon d'Or. Dia heran Massimiliano Allegri tak jadi finalis pelatih terbaik, Gianluigi Buffon bahkan tak masuk daftar awal pemain terbaik.

Pogba menjadi satu-satunya wakil Serie A di daftar FIFA FIFPro Team of The Year 2015, yang diumumkan di malam penganugerahan Ballon d'Or 2015, Selasa (12/1/2016) dinihari WIB. Ini tak terlepas dari perannya mengantarkan Juve menjuarai Serie A dan Coppa Italia musim lalu, serta mengantarkan Bianconeri memijak final Liga Champions.

Atas torehannya itu pula Pogba berhasil masuk ke dalam daftar awal kandidat peraih Ballon d'Or. Selain namanya, sejumlah rekannya di Juve juga masuk seperti Giorgio Chiellini dan Alvaro Morata, termasuk Arturo Vidal, Andrea Pirlo, dan Carlos Tevez yang musim lalu masih berseragam Bianconeri. Tapi tidak dengan Buffon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski dalam satu kesempatan menyatakan kegembiraannya bisa masuk susunan tim terbaik dunia, Pogba mengaku heran karena Buffon tak masuk daftar awal kandidat Ballon d'Or seperti dia dan rekan-rekannya. Padahal Buffon jelas punya peran tak kecil dalam perjalanan Juve musim lalu mengingat status kiper 37 tahun itu sebagai kapten tim.

Pogba juga tak kalah heran dengan fakta bahwa Allegri tak jadi finalis pelatih terbaik. Seperti diketahui, meski masuk dalam daftar nominasi pelatih terbaik, Allegri tak jadi finalis karena kalah saing dengan Luis Enrique, Pep Guardiola, dan Jorge Sampaoli.

"Ini aneh. Mereka berdua layak dinominasikan untuk penghargaan individu di masing-masing kategori. Gigi adalah nomor satu dan dia membuktikannya setiap hari," kata Pogba kepada Mediaset, seperti dikutip Football Italia.

Karena hal ini pula Italia tak menggunakan seluruh hak suaranya di Ballon d'Or. Dari tiga suara yang dimiliki, hanya satu yang digunakan yakni oleh jurnalis Paolo Condo. Dua lainnya yang dimiliki pelatih tim nasional Italia Antonio Conte dan kapten timnas Buffon tak dipakai.

(raw/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads