Pada saat ini klub yang ditangani Eriksson, seperti kebanyakan klub Liga Super China lainnya, tengah berinvestasi besar-besaran dalam mendatangkan pemain-pemain baru dan fasilitas klub.
Itu tidak lepas dari instruksi Xi Jinping agar para figur yang terlibat dalam sepakbola di negeri itu berbenah setelah kekalahan mengecewakan dari fase grup Piala Dunia 2002 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"10-15 tahun mendatang, saya cukup yakin tim nasional China akan bersaing untuk memperebutkan Piala Dunia. Ada masa depan cerah untuk China ," kata Eriksson seperti dikutip Reuters.
Eriksson mengawali karier melatihnya di China pada 2013 lalu bersama Guangzhou R&F, sebelum mulai menangani Shanghai satu tahun berselang dan mengantar klub itu ke posisi runner-up liga musim lalu.
Menurut pria 68 tahun yang pernah meraih titel liga di Portugal dengan Benfica dan Lazio di Italia, selain juga menangani timnas Inggris dan klub Manchester City itu, kepindahannya ke China merupakan langkah beruntung lain dalam kariernya.
"Saya pikir saya berada di tempat yang tepat pada waktu yang pas," ucap Eriksson yang juga pernalth melatih Meksiko, Sampdoria, dan Leicester City, serta menempati posisi-posisi teknis di klub-klub Dubai dan Thailand tersebut.
"Saya sudah beruntung. Saya ada di Italia pada 1990-an ketika setiap pesepakbola ingin ke Italia karena di sana ada uang dan sepakbolanya pun amat sangat bagus.
"Kemudian di tahun 2000-an, Premier League Inggris, semua pemain ingin ke sana. Kini tahun 206, sepertinya semua pesepakbola mau ke China. Untuk sepakbola China, itu amat sangat bagus," sebutnya.
(krs/rin)











































