Setidaknya 34 orang tewas di Brussels, menyusul ledakan bom di Bandara Zavantem Airport dan stasiun metro Maalbeek pada pekan ini. Hal itu membuat Suarez berencana meninggalkan Anderlecht yang bermarkas di Brussels.
"Bukan karena negara yang luar biasa ini. Saya cinta Belgia dan orang-orangnya," kata Suarez kepada acara TV El Chiringuito yang dikutip Sky Sports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesepakbola yang mulai membela Anderlecht sejak 2008 tersebut kemudian menuturkan kisahnya ketika ledakan bom tersebut menghantam kota Brussels.
"Saat itu saya sedang tidak di rumah. Saya sedang dalam perjalanan menuju latihan dan mendengar tentang serangan-serangan tersebut di radio mobil. Itu amat menakutkan," kisah Suarez.
"Saya berusaha menelepon putri saya untuk memastikan ia baik-baik saja dan menanyakan apa saya perlu langsung mendatanginya. Latihan juga dibatalkan. Itu menakutkan, terutama untuk keluarga saya.
"Segalanya berubah setelah apa yang terjadi di Paris. Anda tidak lagi melihat banyak orang di jalanan atau di pusat perbelanjaan. Orang-orang jarang keluar karena semuanya takut," tuturnya.
(krs/rin)











































