Benzema tidak dibawa oleh pelatih Prancis Didier Deschamps ke Piala Eropa karena masih tersangkut kasus dugaan pemerasan terkait video seks kepada rekan setimnya di Les Bleus Mathieu Valbuena.
Sampai saat ini kasus tersebut masih diinvestigasi dan belum ada vonis apapun yang dijatuhkan kepada Benzema. Hal ini lantas membuat Benzema bertanya-tanya mengapa dirinya tidak dibawa mengingat dia belum berstatus tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar jika Benzema mendapat kritik hebat dari dalam negeri termasuk beberapa pemain Prancis saat ini.
Meski demikian bukan berarti Benzema tidak bisa lagi berseragam 'Tim Ayam Jantan' ke depannya karena pintu untuknya kembali masih terbuka lebar.
"Benzema sedang dihukum. Saya tidak ingin menyerang seseorang yang sedang terluka saat ini. Saya tidak suka menghukum orang. Saya rasa absen di Piala Eropa 2016 sudah cukup menghukum Benzema," ujar Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Nicol Le Graet, kepada RMC.
"Saya tidak ingin menciptakan suasana anti-Benzema. Saya selalu menilainya tinggi. Dia jelas saja kecewa tidak ikut ke Piala Eropa. Tapi saya berharap suatu hari dia bisa kembali ke tim nasional. Saya bukan orang yang suka menghukum seumur hidup," sambungnya.
"Saya sudah katakan sebelumnya bahwa apa yang dia katakan itu tidak bagus dan dia sudah berutang banyak kepada Deschamps. Ini bukan salah Prancis sepenuhnya."
"Kami tahu bahwa memang ada rasisme di Prancis, kami tidak bisa menyangkalnya. Ada beberapa orang di luar sana yang intoleran. Tapi Karim tidak ada di dalam skuat karena kasusnya sedang berjalan. Karim adalah pemain yang paling sering dimainkan oleh Deschamps."
"Tapi saya tentu akan menjabat tangan karim setelah ini. Memang ada sanksi di sana, tapi tidak ada gunanya menghukumnya dua kali. Dia sudah menjalani hukumannya. Kasus ini sedang berjalan dan kita lihat apa yang akan terjadi. Dia sedang dihukum saat ini, setelah ini pelatih bisa mengambil keputusan sesuai keinginannya," tutupnya.
(mrp/krs)











































