Tukaran Jersey dengan Dybala-Di Maria di Jeda Babak, Pemain Singapura Dikritik

Tukaran Jersey dengan Dybala-Di Maria di Jeda Babak, Pemain Singapura Dikritik

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 14 Jun 2017 15:07 WIB
Tukaran Jersey dengan Dybala-Di Maria di Jeda Babak, Pemain Singapura Dikritik
Singapura vs Argentina (Foto: REUTERS/Yong Teck Lim)
Singapura - Dua pemain Singapura ini dikritik sang pelatih pada laga persahabatan kontra Argentina kemarin. Ini semua karena keduanya bertukar jersey saat jeda babak.

Para pemain Singapura mendapat kesempatan berharga pada laga di Singapore National Stadium, Selasa (13/6/2017) malam WIB kemarin, kala menghadapi para pemain kelas dunia yang dipunya timnas Argentina minus Lionel Messi.

Meski tanpa Messi, La Albiceleste tetap tampil dengan tim yang cukup tangguh dengan para pemain seperti Dybala dan Di Maria di lini depan. Beberapa pemain lain ada Federico Fazio, Ever Banega, Alejandro Gomez, dan Manuel Lanzini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentu saja Singapura tetap bukan tandingan bagi Argentina dan akhirnya harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak enam gol tanpa balas. Meski demikian ada kekecewaan dari sang pelatih, Varadaraju Sundramoorthy, terkait tingkah laku dua pemainnya, Safuwan Baharudin dan Zulfahmi Arifin.

[ Baca juga: Argentina Hajar Singapura 6-0 ]

Kedua pemain itu tertangkap kamera meminta tukar kaus dengan Di Maria dan Dybala begitu babak pertama berakhir. Mungkin saja Baharudin dan Arifin tidak ingin jersey dua pemain Argentina paling top di lapangan saat itu direbut pemain lain.

"Menurut saya, seharusnya mereka melakukan itu setelah pertandingan saja," ujar Sundramoorthy seperti dilansir Soccernet.

Terkait penampilan timnya di laga tersebut, Sundramoorthy memuji ketangguhan anak asuhnya yang hanya kebobolan dua gol sepanjang 45 menit pertama. Sayangnya The Lions gagal mempertahankan konsentrasinya sehingga harus kebobolan empat gol di 30 menit akhir laga.

"Kami menyulitkan mereka di babak pertama dan hanya kebobolan dua gol dari bola mati, kredit untuk para pemain kami. Kami bertahan begitu dalam, mencoba mengatur para pemain dan bermain kompak. Kami hanya lengah pada situasi bola mati," sambungnya.

"Di babak kedua para pemain kelelahan... sebagian besar dari mereka berpuasa. Tapi mereka sudah memberikan segalanya," tutupnya.


(mrp/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads