DetikSepakbola
Jumat 11 Agustus 2017, 18:50 WIB

Tentang Neymar, PSG, dan Financial Fair Play yang Perlu Kamu Tahu

Doni Wahyudi - detikSport
Tentang Neymar, PSG, dan Financial Fair Play yang Perlu Kamu Tahu Apakah pembelian Neymar oleh PSG membuat klub tersebut melanggar financial fair play (Foto: Christian Hartmann/Reuters)
Jakarta - Pembelian Neymar senilai 222 juta euro disebut-sebut membuat Paris Saint Germain menyalahi aturan financial fair play. Benarkah demikian?

PSG memecahkan rekor transfer dunia saat membayar 222 juta euro pada Barcelona pekan lalu. Nilai tersebut meningkat dua kali lipat lebih dibanding transfer termahal sebelumnya yang dilakukan Manchester United ketika membeli Paul Pogba.

Banyak yang menganggap PSG bakal dapat hukuman dari UEFA karena melanggar financial fair play. Tapi Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, malah santai santai saja. Dia meminta orang-orang minum kopi saja, alih-alih memikirkan transfer Neymar.



Dengan belanja satu pemain mencapai Rp 3,5 triliun, peluang PSG kena financial fair play (FFP) tentu saja terbuka. Tapi bukan berarti mereka akan pasti kena.

Berikut beberapa pertanyaan yang mengemuka soal ancaman financial fair play pada PSG, seperti dikutip dari Marca:

Apa itu financial fair play?

Secara sederhana, financial fair play bisa dikatakan sebagai upaya UEFA menjaga kesehatan keuangan klub-klub. Caranya dengan membatasi jumlah belanja klub agar tetap seimbang dengan pemasukan. Intinya klub tak boleh 'besar pasak daripada tiang'.

Sejak 2013 sebuah panel telah mulai memeriksa kondisi keuangan klub yang tampil di kompetisi Eropa untuk periode tiga tahun sebelumnya. Penilaian apakah sebuah klub melanggar FFP memang menggunakan akumulasi neraca keuangan selama tiga tahun.

Sanksi FFP mulai diperkenalkan pada 2014/2015.

Berapa batasan belanja klub?

Klub boleh saja melakukan belanja lebih besar dibanding pemasukan yang mereka dapat. Namun jumlahnya hanya sebatas 5 juta euro.

Meski begitu, klub tetap diperbolehkan belanja melebih jumlah pemasukannya hingga batas tertentu, yang mana uangnya datang dari investasi langsung (suntikan dana) pemilik atau lembaga yang terkait dengan klub tersebut. Namun tetap dibatasi hingga 30 juta euro.

Sanksi-sanksi?

Jika diketahui dan dinyatakan bersalah ada beberapa langkah yang akan dilakukan UEFA. Untuk hukuman yang diberikan juga terdiri dari beberapa tingkatan, yakni sebagai berikut:

1. Peringatan
2. Teguran
3. Denda
4. Pengurangan poin
5. Penangguhan penerimaan pembagian keuntungan dari UEFA
6. Larangan menadaftarkan pemain baru di kompetisi UEFA
7. Pengurangan jumlah pemain yang didaftarkan pada kompetisi UEFA

Bisakah Pemilik Menanamkan Uang Sebanyaknya di Klub Mereka?

Tidak. Batasannya adalah sebesar 30 juta euro seperti pada poin sebelumnya.

UEFA akan melakukan penyelidikan jika si pemilik melakukan investasi ke klubnya sendiri melalui sponsor yang ternyata terkait dengannya.

Belakangan, praktik ini dicurigai dilakukan Paris Saint Germain. Mereka mendapat uang dari sponsor baru yang datang dari Qatar, yang ternyata masih terkait dengan Qatar Sports Investments.

Jika memang PSG melanggar financial fair play, itu baru akan diketahui musim depan (2018/2019), saat UEFA melakukan pemeriksaan terhadap kondisi keuangan klub.
(din/cas)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed