Jelang Final Piala UEFA
Tuan Rumah Bukan Jaminan
Senin, 16 Mei 2005 11:11 WIB
Jakarta - Final Piala UEFA 2005 akan menjadi momen spesial buat Sporting Lisbon. Sebabnya skuad besutan Jose Peseiro itu akan bermain di kandangnya sendiri. Namun tuan rumah bukan jaminan. Sporting harus melalui perjalanan panjang untuk mencapai final. Namun sepanjang perjalanannya langkah mereka cukup impresif. Inilah skuad yang produktivitas golnya sepanjang kompetisi sangat meyakinkan: rata-rata dua gol per partai. Lebih jauh, mereka juga punya Liedson, striker tajam yang sejauh ini sudah mencetak sembilan gol. Namun di atas segalanya Sporting difavoritkan untuk menjuarai Piala UEFA tahun ini karena akan berlaga di kandangnya. Jauh-jauh hari partai pamungkas memang akan digelar di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Rabu (18/5/2005) malam.Tapi simak perkataan pelatih Peseiro berikut: "Portugal difavoritkan untuk mengalahkan Yunani di Euro 2004, namun lihat apa yang terjadi. Anda tak bisa menyepelekan siapapun," katanya seperti dikutip Reuters, Senin (16/5/2005). Ya, sebabnya tim yang mereka hadapi adalah CSKA Moskow, tim yang berhasil mengatasi dua wakil Portugal musim ini. Di fase grup, CSKA bertemu dengan juara Liga Champions tahun lalu Porto. Ketika itu, Porto dipaksa bermain 0-0 di kandangnya. Lalu di babak ketiga, giliran Benfica mereka hadang. Ketika itu CSKA juga mampu menahan imbang 1-1 di Portugal dan menang 2-0 di kandangnya. CSKA dipastikan akan semakin ngotot berjuang mengingat mereka akan memboyong 2.000 fans ke Stadion Alvalade. Tambahan amunisi ini diharapkan bisa mendongkrak semangat mereka. "Saya pikir kami sudah siap untuk menghadapi Sporting di hadapan pendukungnya. Stadion pasti penuh dan di final nanti akan terjadi atmosfer yang luar biasa," tutur pelatih CSKA Valery Gazzayev. Sporting berkesempatan untuk mengulangi rekor yang pernah ditorehkan Feyenoord tiga tahun lalu di final Piala UEFA, saat tampil sebagai juara di De Kuip Stadium.Menilik sejarah, hanya ada kurang dari lima klub yang mampu juara Eropa di kandangnya sendiri. Mereka adalah Real Madrid di Piala Champions 1957, Inter Milan di Piala Champions 1965 dan Barcelona di Piala Winners 1982. Akankah daftar ini bertambah panjang? (mel/)











































