DetikSepakbola
Kamis 12 Oktober 2017, 15:34 WIB

Bujukan Falcao ke Pemain Peru Supaya Sama-sama Lolos ke Piala Dunia

Doni Wahyudi - detikSport
Bujukan Falcao ke Pemain Peru Supaya Sama-sama Lolos ke Piala Dunia Radamel Falcao dituding membujuk pemain Peru untuk menuntaskan laga sama kuat sehingga sama-sama lolos ke Piala Dunia (AFP PHOTO / Ernesto BENAVIDES)
Jakarta - Radamel Falcao dituding telah membujuk pemain-pemain Peru untuk menuntaskan laga sama kuat. Dengan begitu Kolombia dan Peru sama-sama lolos Piala Dunia.

Peru berhadapan dengan Kolombia di matchday terakhir Kualifikasi Piala Dunia Zona CONMEBOL, Rabu (11/10/2017) waktu setempat. Laga tersebut tuntas dengan skor 1-1 dan jadi hasil yang menguntungkan kedua pihak.

Kolombia lolos langsung karena berhasil duduk di posisi empat. Sementara Peru melangkah ke babak playoff untuk berhadapan dengan Selandia Baru sebagai wakil Zona OCEANIA.



Namun sikap Radamel Falcao (Kolombia) dan Renato Tapia (Peru) dikritik banyak orang. Sebabnya, di tengah laga mereka terlihat mendiskusikan peluang lolos masing-masing negara. Dikutip dari Telegraph, Falcao malah dituding membujuk pemain-pemain Peru untuk tidak ngotot bermain. Karena dengan hasil imbang saja kedua tim sudah diuntungkan.

"Kami tahu apa yang terjadi di pertandingan-pertandingan lain, kami bermain dalam kondisi sudah tahu hasil pertandingan lain. Dan dalam kesempatan itu saya mencoba menyampaikannya ke pemain Peru," ucap Falcao.

Tapia tidak membantah hal tersebut. Ditanya wartawan, pemain Feyenoord itu mengaku memang sudah mendiskusikan hasil akhir pertandingan bersama Falcao. Tapi dia membantah terjadi kesepakatan untuk menentukan hasil akhir pertandingan.


"Kami menjalani pertandingan sebagaimana kami membutuhkan hasil dari pertandingan tersebut…Saya berbicara dengan Radamel, yang bilang ke saya kalau kami berdua lolos (jika kondisi imbang bertahan), tapi ini sepakbola dan kami bermain untuk menang," jawab Tapia.

Noberto Solano, mantan pemain Newcastle United yang kini jadi jajaran staf pelatih Peru, menyangkal tudingan kalau timnya sudah melakukan tindakan yang melanggar aturan.

"Kami butuh menang, mereka juga. Kesepakatan apa? Itu cuma spekulasi. Tentu saja, pada akhirnya kami akan tahu hasil pertandingan lain dan saat itu Anda akan bilang ke diri Anda sendiri: 'saya harus lebih tenang sedikit, kami tidak boleh mengambil risiko'," terangnya.


(din/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed