Siapa Pulang Jadi Pecundang?

Jelang Australia Vs Tunisia

Siapa Pulang Jadi Pecundang?

- Sepakbola
Selasa, 21 Jun 2005 13:36 WIB
Jakarta - Sudah dua kali tampil, sudah dua kali kalah. Australia dan Tunisia sudah barang tentu tidak sudi pulang ke negara masing-masing sebagai pecundang.Australia menyerah 4-2 dari tuan rumah Jerman dan 4-3 dari Argentina, sedangkan Tunisia takluk 3-0 dari Argentina dan 2-1 dari Jerman. Artinya, mereka sudah masuk kotak dari kesempatan maju ke babak semifinal.Untuk mencari obat pelipur lara ketimbang jadi juru kunci di akhir turnamen, mereka akan saling menjajaki di pertandingan terakhir Grup A di Leipzig, Rabu (22/6/2005) dinihari WIB.Dilihat dari performanya saat melawan Jerman dan Argentina, agaknya Australia sedikit lebih berpeluang buat mengatasi Tunisia. Banyak kalangan memuji permainan tim asuhan Frank Farina itu sewaktu merepotkan dua tim elit tersebut."Melawan Australia adalah pertandingan yang sangat berat buat kami," ujar kapten Jerman Michael Ballack. "Mereka tim yang kuat dan dinamis."Anak-anak Socceroos tidak saja mengundang impresi dari tim lawan dan kelompok studi teknis FIFA, melainkan juga dari fans seluruh dunia. Dalam polling di situs FIFAworldcup.com, yang diikuti hampir 10 ribu orang, Australia menempati urutan kedua buat pertanyaan "Tim mana yang paling bikin Anda terkejut?"Secara teknis Australia sudah punya struktur tim yang baik dan skuad yang berpengalaman. Soal terakhir, tim ini memang diperkuat beberapa pemain yang cukup lama berkarir di Eropa, semisal Tim Cahill (Everton), Brett Emerton (Blackburn Rovers), dan John Aloisi (Osasuna).Farina tinggal mencari formula taktik yang jitu untuk menuai poin (baca: kemenangan). Apalagi pertandingan nanti malam merupakan pemanasan terakhir mereka sebelum meneruskan kampanyenya di babak kualifikasi Piala Dunia 2006.Saat ini Australia hanya tinggal menghadapi Kepulauan Salomon di putaran final kualifikasi Zona Oceania, sebelum menghadapi tim peringkat lima zona Amerika Selatan untuk memperebutkan satu tiket ke Jerman 2006.Sementara itu Tunisia pun punya misi lanjutan yang sama. Meskipun posisinya cukup bagus karena rival utamanya di PPD Zona Afrika Grup 5, Maroko, tiga hari lalu ditahan imbang oleh Kenya, namun bukan berarti mereka sudah betul-betul aman.Yang harus terus diasah pelatih Roger Lemerre adalah pemain-pemain mudanya. Di Piala Konfederasi ini 10 pemain Tunisia tidak ikut ajang Piala Afrika 2004 yang mereka menangi itu. Selebihnya, sembilan dari jumlah skuad yang tampil di Jerman saat ini rata-rata belum berusia 25 tahun.Jadi, kemenangan di laga terakhir dinihari nanti tetap akan menjadi nilai positif bagi Australia dan Tunisia. Siapa yang mampu, takkan pulang sebagai pecundang. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads