Jelang Brasil vs Jepang
Brasil Pilih Piala Dunia
Rabu, 22 Jun 2005 10:14 WIB
Jakarta - Menghadapi Jepang, Brasil akan menyimpan beberapa pemain intinya. Bagi pelatih Carlos Alberto Parreira ini bukan meremehkan, tetapi demi persiapan ke Piala Dunia.Keputusan melakukan rotasi di pertandingan yang sangat menentukan tentu menimbulkan pertanyaan. Benarkah ini perjudian Brasil, atau Parreira yakin pasti menang?Jika melihat pengalaman kekalahan atas Meksiko di pertandingan sebelumnya, sangat tidak pantas jika Brasil meremehkan Jepang. Sebab terbukti pemain sekelas Ronaldinho masih bisa dimatikan, dan hal ini akan menjadi dorongan semangat bagi Jepang.Brasil hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke semifinal, mendampingi juara grup B Meksiko. Meski total poinnya sama dengan Jepang, Brasil unggul dalam produktivitas gol. Tetapi tentunya akan sangat berisiko mengejar hasil imbang, karena kapanpun gol penentu kemenangan Jepang bisa tercipta. Meski demikian, Parreira menegaskan keputusannya merotasi pemain adalah demi persiapan ke Piala Dunia."Jika kami berada di Piala Dunia dan bermain untuk masa depan kami, maka akan berbeda halnya. Tetapi kami telah merencanakan semuanya bersama-sama, untuk membuat perubahan di gim ketiga, dan itulah yang akan kami lakukan," ujar Parreira seperti dilansir Reuters, Rabu (22/6/2005).Parreira mengakui bahwa keputusannya ini mengandung risiko, yakni jika kalah maka Brasil akan langsung tersingkir dari Piala Konfederasi 2005. Namun Parreira mengaku siap menerima risiko tersebut."Saya akan bertanggung jawab untuk itu. Yang pasti akan ada tiga atau empat pemain baru di tim kami. Tentu saja kami ingin menang dan lolos ke semifinal. Ini merupakan turnamen yang penting, karena diikuti juara kontinental. Tetapi di atas segalanya yaitu Piala Dunia," tukasnya.Parreira juga mengungkapkan bahwa antara Kaka dan Ronaldinho, atau mungkin juga keduanya akan diistirahatkan. Sebagai penggantinya, Juninho Pernambucano yang mencetak gol lewat tendangan bebas ke gawang Yunani akan menjadi pilihan utama.Sementara itu tim Jepang yang di luar dugaan berhasil mengalahkan juara Eropa Yunani, dipastikan akan turun dengan kekuatan yang sama. Peran Hidetoshi Nakata dan Shunsuke Nakamura membuat lini tengah juara Asia ini sangat tangguh. Hanya saja Jepang kerap kesulitan menyelesaikan peluang yang mereka miliki menjadi gol.Meski demikian pelatih Zico yakin bahwa timnya bisa mengalahkan Brasil asal menunjukkan semangat yang sama seperti saat mengalahkan Yunani. "Yang terpenting ialah mempertahankan semangat dan keyakinan bahwa kami mampu melakukannya," ujar Zico.Pertandingan terakhir Grup B ini akan digelar Cologne, Kamis (23/6/2005) dinihari WIB, bersamaan dengan partai lain yakni Meksiko versus Yunani. (lom/)











































