Pekerman: Pertandingan Lebih Berat

Jelang Final Piala Konfederasi

Pekerman: Pertandingan Lebih Berat

- Sepakbola
Rabu, 29 Jun 2005 11:37 WIB
Jakarta - Pertandingan final Argentina melawan Brasil dipastikan seru. Pelatih Argentina Jose Pekerman memprediksikan pertandingan akan lebih berat dari pertemuan terakhir mereka.Argentina terakhir tampil luar biasa saat mengatasi Brasil 3-1 di kualifikasi Piala Dunia 2006 8 Juni lalu. Di final Piala Konfederasi kedua musuh besar ini akan kembali bertemu. Sementara Pekerman yakin Argentina dapat bermain lebih baik di Waldstadion di Franfurt, Kamis (30/6/2005) dinihari WIB. Namun pelatih Argentina ini juga tahu Brasil akan lebih baik dari pertemuan terakhirnya."Dari pandangan saya, pertandingan ini akan sangat berbeda dari pertemuan kami terakhir," ungkap Jose Pekerman seperti dilansir Yahoo Sport, Rabu (29/6/2005). "Argentina dan Brazil adalah dua negara sepakbola kelas tinggi dan kami selalu ingin bermain di pertandingan salah satunya seperti ini," lanjut pelatih tim "Tango" ini. "Pertandingan seperti ini selalu ditentukan kemampuan dan motivasi saat melawan tim berkualitas tinggi. Saya pikir ini menjadi sebuah pertandingan dengan kualitas tinggi," ujarnya.Pada final nanti pemain yang pantas disoroti adalah playmaker Juan Roman Riquelme dan Ronaldinho. Kedua pemain ini akan menjadi motor serangan bagi timnya masing-masing. Namun Riquelme perlu bangkit kembali dari perfomanya yang kurang begitu memuaskan saat Argentina harus berkerja keras mengalahkan Meksiko sebelum menang 6-5 lewat adu penalti. Sementara Ronaldinho, yang menggantikan Riquelme di lapangan tengah Barcelona dua tahun yang lalu, performanya masih jauh dari baik saat Brasil menekuk Jerman 3-2 di semifinal. Meski demikian, Pekerman tetap menyanjung kemampuan yang dimiliki kedua pemain ini. Ia juga yakin kedua pemain ini akan menjadi penentu pada pertandingan di final nanti. "Brasil dan Argentina selalu memiliki pemain berkelas seperti Ronaldinho dan Riquelme. Keduanya akan mewakili gengsi tim masing-masing," kata Pekerman. "Keduanya sama sama potensial guna memutuskan pertandingan dengan cara pergerakan bola mereka, membuat peluang dan menerobos pertahanan lawan," tukasnya. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads