Piala Konfederasi
Brasil Juara, Adriano Topskor
Kamis, 30 Jun 2005 03:55 WIB
Jakarta - Brasil mencatat sukses ganda di Piala Konfederasi 2005. Mereka tampil sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 4-1 di final, sementara Adriano keluar sebagai topskor.Atas hasil ini Brasil untuk kedua kalinya menjadi juara turnamen ini setelah yang pertama terjadi di tahun 1997. Ketika itu Tim Samba melumat Australia 6-0 di partai puncak.Kemenangan atas Argentina ini juga terasa cukup istimewa karena di awal bulan ini mereka ditundukkan rival utamanya di kawasan Amerika Selatan itu di babak kualifikasi Piala Dunia dengan skor 3-1. Ini juga kemenangan terbesar Brasil atas Argentina dalam 37 tahun terakhir.Sementara itu Adriano mengukuhkan diri sebagai pemain tersubur di turnamen "Piala Dunia mini" tersebut. Ia mengemas lima gol dari lima pertandingan, di mana dua gol terakhirnya dibuat di laga final.Tahun lalu bomber Inter Milan itu juga tampil sebagai topskor turnamen besar, yakni Copa Amerika 2004 yang juga dimenangi Brasil dengan mengalahkan Argentina final lewat adu penalti. Kala itu Adriano meraup tujuh gol. Menghadapi Tim Tango di Waldstadion, Frankfurt, Kamis (30/6/2005) dinihari WIB, Brasil hanya membutuhkan waktu sebelas menit untuk mengoyak jala lawan. Menerima umpan bek kanan Cicinho, Adriano melewati hadangan Gabriel Heinze sebelum melepaskan tendangan pisang kaki kiri dari jarak 20 meter yang terlalu sulit dijangkau kiper German Lux.Lima menit berselang Kaka berhasil menggandakan keunggulan Brasil menjadi 2-0. Dari ball possesion yang bagus di wilayah pertahanan Argentina, Robinho memberi umpan manis kepada Kaka. Dari depan kotak penalti, gelandang AC Milan itu meluncurkan tembakan lengkung yang lagi-lagi tak mampu dihentikan bek-bek Argentina dan kiper Lux.Tertinggal dua gol membuat Argentina meningkatkan tempo permainannya. Namun kali ini playmaker Juan Roman Riquelme mengalami kesulitan untuk membongkar lini belakang Brasil dan ia terlihat cukup frustasi.Meski lumayan sering menekan, namun tidak banyak peluang nyata yang diperoleh anak-anak Argentina. Upaya Juan Pablo Sorin mencari hadiah penalti juga berbuah fatal karena ia diganjar kartu kuning oleh wasit Lubos Michel karena melakukan diving.Menjelang turun minum Lux melakukan penyelamatan penting guna menghindari gawangnya kebobolan untuk kali ketiga. Ia berhasil menghadang tembakan keras Kaka. Sebelumnya, tendangan lengkung Riquelme sedikit melebar dari gawang Dida.Setelah jeda 15 menit Argentina mencoba tampil lebih agresif lagi. Namun tim asuhan Jose Pekerman itu malah terhenyak oleh lahirnya gol ketiga Brasil yang dicetak Ronaldinho.Di menit 48, Pemain Terbaik Dunia 2004 dari klub Barcelona itu menyambut umpan silang Cicinho dengan tendangan voli. Brasil memimpin 3-0, gunung yang mesti didaki Argentina terasa semakin tinggi.Fabricio Coloccini nyaris memperkecil skor saat tendangan volinya melesat ke atas mistar gawang Brasil, padahal posisi bek Deportivo La Coruna itu tinggal berhadapan dengan Dida.Beberapa menit kemudian serangan balik tiga pemain Brasil hampir membuahkan gol karena lawan mereka hanya dua bek plus satu kiper. Namun tembakan Kaka masih bisa dihadang Lux sebelum diamakan Coloccini dan Heinze.Sejak itu serangan Argentina makin gencar, namun penyelesaian sempurna sulit diperoleh. Bahkan juara Piala Konfederasi 1992 itu hampir kebobolan lagi ketika tendangan Robinho menerpa mistar gawang Lux.Di menit 63 Adriano memperbesar keunggulan Brasil menjadi 4-0. Ia melomat mengalahkan Diego Placente dan Heinze guna menanduk umpan lambung Cicinho dari sektor kiri pertahanan Argentina.Argentina dengan cepat memungut gol balasan. Dua menit dari gol Adriano, Pablo Aimar yang masuk menggantikan Esteban Cambiasso terbang menyambar umpan lambung Cesar Delgado di sisi kiri pertahanan Brasil. Skor menjadi 4-1.Dengan sisa-sisa kemampuan yang ada Argentina terus memburu gol tambahan. Carlos Tevez pun dimasukkan untuk menggantikan Luciano Figueroa. Namun tak ada lagi gol yang datang. Dida dua kali mementahkan serbuan Sorin dan Tevez.Saat peluit panjang dibunyikan wasit, pelatih Brasil Carlos Alberto Parreira tampak sangat bersuka cita. Pasalnya, ini adalah kali ke-100 ia memimpin pertandingan negaranya. Parreira adalah pelatih yang mengantarkan Brasil menjuarai Piala Dunia 1994.Susunan pemain:Brasil: Dida, Cicinho (Maicon 86), Lucio, Roque Junior, Gilberto, Kaka (Renato 86), Emerson, Ronaldinho, Ze Roberto, Adriano, Robinho (Juninho Pernambucano 90)Argentina: Lux, Zanetti, Coloccini, Heinze, Placente, Delgado (Galletti 81), Riquelme, Bernardi, Cambiasso (Aimar 56), Sorin, Figueroa (Tevez 72) (a2s/)











































