Meski Menang, Yunani Tersingkir

PPD 2006 Grup 2 Eropa

Meski Menang, Yunani Tersingkir

- Sepakbola
Kamis, 13 Okt 2005 07:35 WIB
Meski Menang, Yunani Tersingkir
Jakarta - Yunani berhasil mengalahkan Georgia 1-0. Namun juara Euro 2004 itu gagal ke putaran final Piala Dunia, karena di pertandingan lain Turki menang atas Albania.Yunani berhasil mengalahkan Georgia 1-0 di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2006 grup 2 zona Eropa, Kamis (13/10/2005). Namun juara Euro 2004 itu gagal ke putaran final Piala Dunia, karena di pertandingan lain Turki menang atas Albania.Peluang tipis Yunani untuk lolos ke Jerman akhirnya benar-benar menguap. Tim asuhan Otto Rehhagel membutuhkan kemenangan, dan dibantu hasil buruk Turki serta Denmark. Kemenangan atas Georgia memang berhasil diraihnya, tetapi dua pesaing Yunani lainnya yakni Turki dan Denmark juga menuai kemenangan.Menghadapi Georgia, "King Otto" menurunkan duet penyerang barunya Vangelis Mantzios dan Dimitris Salpingidis. Hanya butuh waktu empat menit bagi Yunani untuk mendapatkan peluang pertamanya. Sayang sundulan Salpingidis masih melebar. Tetapi Yunani tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan gol. Selang 13 menit kemudian sundulan Dimitris Papadopoulos akhirnya menaklukkan kiper Georgia.Namun kegembiraan Yunani terbenam oleh kemenangan Turki yang dipertandingan lain juga menuai kemenangan 1-0 atas Albania. Adalah Metin Tuemer yang mencetak gol kemenangan Turki di menit 57. Satu gol tersebut menyelamatkan Turki dari kejaran Denmark yang dipertandingan lain menang 2-1 atas Kazakhstan."Kami bermain sangat buruk di babak pertama, tetapi kemudian berubah di babak berikutnya. Sekarang kami berharap bisa lolos ke Jerman," ujar pelatih Turki Fatih Terim seperti dilansir Reuters, Kamis (13/10/2005).Klasemen akhir grup 2 yang sebelumnya sudah pasti diwakili oleh Ukraina sebagai juara grup, Turki tetap bertahan sebagai runner-up dengan nilai 23, diikuti Denmark (22) dan Yunani (21).Foto: Pelatih Otto Rehhagel gagal membawa Yunani ke putaran final Piala Dunia 2006 (AFP/Francois Guillot). (lom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads