Rijkaard: Mourinho? Tak Masalah
Sabtu, 17 Des 2005 04:30 WIB
Jakarta - Frank Rijkaard kembali bertemu dengan Jose Mourinho, saat mendampingi Barcelona melawan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions. Meski punya sejarah buruk, pelatih asal Belanda itu mengaku tidak masalah bertemu rivalnya itu lagi. Pertemuan terakhir Barca dengan Chelsea memang menyisakan kenangan pahit buat Rijkaard. Tidak hanya timnya tersingkir karena kalah agregat 4-5, Rijkaard juga sempat tersangkut masalah gara-gara perang urat syarafnya dengan Mourinho. Seusai pertandingan leg pertama yang berlangsung di Nou Camp -- dan berakhir dengan skor 2-1 buat Barca -- Mourinho menuduh Rijkaard telah melakukan "lobi" dengan wasit Anders Frisk lewat obrolan ringan di terowongan. Gara-gara tuduhan tak berdasar itu Frisk mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan. Rijkaard berang karena dituduh curang. Sementara Mourinho dilarang mendampingi timnya selama perempat final karena memfitnah. Tidak hanya sampai di situ, pada pertemuan kedua di Stamford Bridge Rijkaard lagi-lagi tersangkut masalah. Dia terlibat pertengkaran dengan ofisial Chelsea, yang dianggapnya mengeluarkan gesture bernada hinaan terhadap kekalahan Barca. Meski Rijkaard tidak mendapatkan hukuman karena kelakuannya, kubu Barca tetap merasa berang dengan ulah Chelsea. Kini Barca dipertemukan lagi dengan Chelsea. Rijkaard pun bakal bertemu lagi dengan rivalnya Mourinho. Bagaimana perasaannya sekarang? "Semuanya sudah dilupakan. Yang saya pikirkan sekarang adalah bagaimana melalui pertandingan nanti," komentar mantan pemain AC Milan ini seperti dikutip Reuters, Sabtu (17/12/2005). Ditambahkan Rijkaard dirinya sudah tak memiliki masalah dengan Mourinho. Dia bahkan menantikan saat-saat bertemu dengan pelatih yang terkenal arogan itu. "Dalam hidup anda harus belajar membedakan. Pekerjaan adalah pekerjaan dan sikap yang baik adalah sikap yang baik. Dalam hal ini saya tidak bermusuhan dengan Mourinho dan saya tidak punya masalah untuk berbicara dengannya lagi," tutur Rijkaard. Mengenai pertemuan Barca dengan Chelsea, Rijkaard mengatakan dirinya tak berniat membalas dendam atas kekalahan mereka musim lalu. Yang justru dia nantikan adalah suguhan pertandingan yang menarik. "Balas dendam bukan kata yang tepat. Itu akan menjadi pertandingan yang menarik bukan hanya buat kami tetapi juga buat sepakbola. Soalnya dua tim yang terlibat adalah dua tim dengan performa top di Eropa," tandasnya. (mel/)











































