sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 26 Mei 2020 07:45 WIB

Presiden Lyon Minta Pemerintah Prancis Batalkan Penghentian Liga

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LYON, FRANCE - FEBRUARY 26: The Olympique Lyon team logo is seen prior to the UEFA Champions League round of 16 first leg match between Olympique Lyon and Juventus at Parc Olympique on February 26, 2020 in Lyon, France. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Lyon meminta pemerintah Prancis batalkan penghentian liga. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Jakarta -

Melihat dinamika sepakbola dan pandemi di Eropa, Olympique Lyon mengirimkan surat ke pemerintah Prancis. Lyon meminta membatalkan penghentian Ligue 1 musim ini.

Liga Prancis seperti diketahui diputuskan dihentikan secara permanen pada 28 April lalu, setelah sempat ditangguhkan sejak 13 Maret. Penghentian kompetisi ini disebabkan adanya larangan dari pemerintah untuk menggelar ajang olahraga sampai September 2020.

Keputusan menghentikan kompetisi disusul dengan menunjuk Paris Saint-Germain sebagai juara. Saat liga dihentikan, PSG memimpin klasemen dengan 68 poin, unggul 12 poin atas Marseille, dengan masih memegang satu laga ekstra di tangan.

Liga Prancis menjadi satu-satunya dari lima liga top Eropa yang menghentikan kompetisi. Bundesliga sudah melanjutkan kompetisi secara tertutup, sementara LaLiga, Serie A, dan Premier League secara bertahap mengarah ke arah yang sama.

Hal ini yang membuat Presiden Lyon Jean-Michel Aulas gusar dan mengirim surat ke pemerintah Prancis. Ia berharap pemerintah bisa membatalkan keputusan liga menghentikan kompetisi, salah satunya karena risiko krisis ekonomi dan sosial yang besar.

"Bundesliga melanjutkan pertandingan pada 16 Mei, Spanyol akan melanjutkan musim pada 8 Juni. Italia, Rusia, dan Portugal telah melanjutkan latihan kolektif dan Inggris sedang berupaya melanjutkan liga setelah 19 Juni," tulis Aulas seperti dikutip BBC.

"Bagaimana Prancis tidak turun level dengan sangat cepat dan melihat sepakbola profesionalnya mengalami penurunan nilai?" imbuhnya.

Pemerintah Prancis diperkirakan akan mulai melonggarkan lockdown per 2 Juni mendatang. Perkiraan ini diperkuat dengan data kenaikan terkecil atas kasus positif dan meninggal akibat COVID-19 di Prancis.

France24 melaporkan pada Senin (25/5/2020) bahwa 'hanya' ada 115 kasus baru dan 35 kematian seperti dicatat Kementerian Kesehatan Prancis. Itu adalah angka terendah sejak pemerintah memberlakukan pembatasan sosial secara ketat pada 11 Mei.

"Banyak perkembangan dan harapan bertumpu pada tanggal tersebut (2 Juni), sehingga Prancis bisa secara bertahap mendapatkan kembali dinamika yang bagus," ungkap Aulas.

"Bisakah kita membayangkan bahwa 2 Juni juga merupakan kesempatan bagus untuk memperbaiki kesalahan terkait sepakbola Prancis dan agar diizinkan, dengan protokol kesehatan yang digunakan di manapun, melanjutkan latihan secara bertahap dan juga kenapa tidak melanjutkan musim 2019-20 juga selama bulan Juli atau Agustus?" tandasnya.

Lyon berada di posisi ketujuh saat kompetisi dihentikan, sehingga kehilangan tiket untuk tampil di kancah Eropa musim depan. Selain Lyon, Amiens dan Toulouse adalah dua klub lain yang menolak penghentian Ligue 1 musim ini.



Simak Video "Dear Neymar, Setien Menantimu Pulang ke Barcelona"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com